Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi dinilai terlalu ngotot untuk merelokasi PKL Taman Bunga Sumenep ke Lapangan Giling tanpa memikirkan resiko dan dampak sosial ekonomi masyarakatnya. Sementara Bupati sendiri, hingga detik ini enggan berkomentar apakah dirinya yang memerintahkan pemindahan ratusan pedagang itu atau jangan-jangan hanya kemahuan pejabat yang diusung oleh Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) tersebut.

Sejumlah masyarakat menilai, meskipun Wabup Fauzi mengklaim sudah dipasrahi Bupati menangani PKL Sumenep, namun bukan berarti harus menerapkan kebijakan yang jelas-jelas menyengsarakan masyarakatnya. Apalagi, tempat relokasi berdekatan dengan Kantor Kemenag, MAN dan SDN Pengaran V dan pemukiman penduduk.

“Masyarakat akan selalu mengingat kebijakan Wabup Fauzi yang sangat menyakitkan masyarakat Sumenep. Dan hal ini akan menjadi blunder pada Pilkada mendatang. Kami juga mendapat laporan kalau PKL juga mendapat ancaman supaya tidak melakukan perlawanan,” terang Ach. Farid Azziyadi kepada MaduraExpose.com.

Ditambahkan Farid, jika Achmad Fauzi selaku Wabup yang mengaku diberi wewenang mengatur PKL Taman Bunga untuk direlokasi ke Lapangan Giling itu tetap bersikukuh untuk tidak mengembalikan PKL ke Taman Bunga atau ke tempat yang lebih prospek, pihak memprediksi karir politik keponakan Said Abdullah itu akan tamat dan menjadi mimpi buruk untuk pertarungan politik di Pilkada Sumenep 2021 mendatang.

“Asal diingat, sejak PKL direlokasi ke Giling, kehidupan mereka sangat memperihatinkan. Perekonomian mereka hancur dan sebagian menjadi sengsara. Saya khawatir karir politik Achmad Fauzi juga akan tamat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi resmi merelokasi ratusan PKL Taman Bunga ke depan lapangan kerapan sapi Serba Guna Giling sejak Jum’at 8 Juli 2016 lalu. [Dina/Feri]