Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE—Menjelang akhir tahun 2015,
hampir seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan telah diguyur
hujan. Meskipun intensitasnya berbeda antara wilayah
satu dengan wilayah lain, namun setiap wilayah telah
siap untuk ditanami. Bahkan di beberapa wilayah seperti
Kecamatan Modung, Kecamatan Tanah Merah dan Kecamatan
Galis yang merupakan sentra Pertanian padi Bangkalan
telah memasuki masa-masa pemupukan.

Namun yang menjadi kendala, petani kesulitan untuk
memperoleh pupuk. Karena Pupuk yang tersedia di tingkat
Sub-Agen atau Pengecer sangat terbatas. Menurut Matlawi
(37), Petani di Desa Pakaan Laok, Kecamatan Galis,
untuk memperoleh pupuk diperlukan usaha ekstra, misalnya
dengan mencari sendiri ke agen yang ada di Kota
Bangkalan. Itu pun belum pasti memperoleh pupuk. Karena
di agen-agen besar pupuk sudah didistribusikan ke desa-desa.

Senada dengan pengakuan Matlawi, Imam Nawawi (27 tahun)
pemuda dari Desa Bulung, Kecamatan Klampis menyampaikan
bahwa pupuk di perdesaan memang sangat langka.
Menurutnya, banyak petani yang mengeluh karena susah
untuk memperoleh pupuk.

Menurut Imam, untuk memperoleh pupuk, beberapa petani
mencoba mendatangi langsung agen-agen penyalur
pupuk yang ada di Kota Bangkalan. Sebagian berhasil
memperoleh pupuk tapi tidak sedikit yang pulang dengan
tangan hampa.

Sayangnya, Dinas Pertanian belum bisa di konfirmasi terkait kelangkaan pupuk yang terjadi di beberapa wilayah di Bangkalan karena pejabat
yang berhak untuk berbicara sedang bertugas luar kota.

(Adi/Hoki)

HotNews:  Babinsa Koramil Masalembu Gelar Komsos Di Rumah Warga Binaan