Peringati Sirah Nabawiyah SAW, Majelis Dirasah Raudlatul Iman Gelar Ghirah Santri Nasional

0
178

Sumenep (Maduraexpose.com) – Majelis Dirasah (Majdi) Raudlatul Iman hari ini (22/10/2021) mengadakan peringatan maulid Nabi dalam rangka hari santri yang bertajuk “Refleksi Jejak Sirah Nabawiyah SAW dan Ghirah Santri Nasional 2021” di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatul Iman Dusun Mandala Barat Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini dihadiri oleh dewan pengasuh, ketua yayasan, tenaga pendidik, santri, dosen, mahasiswa dan wali santri dari semua jenjang pendidikan serta menghadirkan penceramah kondang KH. KHOLILULLAH Pengasuh Pondok Pesantren Al-Is’af Klabaan Guluk-Guluk Sumenep.

Selain itu momen tersebut dimeriahkan oleh grup sholawat Keramat Banjari, grup yang dipimpin oleh K. Faishol Aziz salahsatu dewan pengasuh yang jam terbangnya cukup tinggi mengisi berbagai even lokal maupun regional.

Dalam sambutannya ketua yayasan K. Sahli Hamid, M.Pd.I mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama meneladani sejarah Rasulullah SAW yang dilanjutkan oleh para ulama pesantren di Indonesia.

“Ulama adalah pewarits para Nabi baik perjuangannya, kesabarannya, istiqomahnya dan lain-lain. Jadi jika ingin mendapatkan waritsan harus mendekat kepada penerima waritsan” jelasnya.

Di akhir sambutannya, beliau melakukan refleksi dengan membaca sebuah puisi karyanya sendiri berjudul “Tapak-Tapak Suci” (Mengenang Jejak Sirah Kanjeng Nabi dan Ghirah Kaum Santri).

“Tak ada sesuatu yang bisa menyenangkanmu
Kecuali mengikuti jejak dan tapak sucimu
Ya Rasulullah, salam sejahtera untukmu
Kini jejak ghirahmu teramat kemilau mendulang semesta” demikian salahsatu bait puisinya dengan penghayatan yang mendalam.

K. Ali Mufti Hamid selaku pemangku Majdi Raudlatul Iman mengemukakan bahwa idola yang seharusnya menjadi panutan adalah Nabi Muhammad SAW, karena menurutnya bahwa seseorang jika mengidolakan tokoh akan meniru sang idolanya. “Misalnya seorang artis yang menjadi pujaan, tentu ia akan berbicara, bersikap dan bertingkah laku sesuai artis yang diidolakan” ungkapnya

Senada dengan pernyataan K. Ali Mufti, pembicara KH. Kholilullah dalam orasinya menandaskan agar mempelajari dan mencontoh sirah Nabi SAW. “Rasulullah adalah manusia yang sempurna, jika ingin selamat maka harus meneladani sejarah kehidupan beliau, karena Nabi Muhammad adalah pintu masuk untuk bisa bahagia dunia akhirat dan dapat menyampaikan kepada-Nya. Lewat para ulama yang tidak saja mengajarkan agama tetapi juga memperjuangkan kemerdekaan NKRI, kita bisa meraih kebahagiaan dan keselamatan ” terangnya.

HotNews:  Babinsa Lakukan Plester Tembok Dinding Bagian Dalam Bangunan

Di bagian akhir acara, Majdi Raudlatul Iman juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi PP. Raudlatul Iman dalam rangkaian “Santri Award” kepada dua orang masing-masing Ach. Fauzi mahasiswa STIDAR selaku pemenang pertama Olimpiade Keaswajaan se-Jawa Timur di IAIN Madura dan Nur Anisa Yuliana siswi Madrasah Aliyah Raudlatul Iman sebagai juara 1 lomba Baca Kitab Kuning se-Madura yang diadakan oleh Pemerintah Desa Bataal Barat dan MWC NU Ganding. (R. Mas Kanjeng/Ferry Arbania)