Perahu Baru Seharga Rp 100 Juta Dihantam Gelombang

Terbit: 18 Oktober 2017 | 16:25 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Lantaran dihantam gelombang besar saat melintas di selat karimata, tepatnya di perairan pulau Karamian – Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebuah perahu yang baru dibeli keluarga Burhan (35), dari Kalimantan tenggelam di Masalembu, Senin (16/10/2017).

Sebagaimana informasi yang dihimpun media dari beberapa warga pulau Karamian khususnya yang menolong korban mengatakan, jika perahu motor yang tenggelam itu, baru dibeli keluarga Burhan dari Kalimantan seharga Rp 100 juta lebih.
Perahu tersebut hendak dibawa pulang ke pulau Kangean.

Namun di tengah perjalanan, tepatnya di perairan Karamian, cuaca mendadak tidak bersahabat, dan angin kencang tiba – tiba menghantam perahu motor milik keluarga Burhan. Akibatnya perahu tersebut tenggelam berikut penumpangnya.

Padahal saat berangkat dari Kalimantan, pada Senin sekitar jam 03.00 dini hari, cuaca sangat baik dan mendukung sekali untuk berlayar. Sehingga pemilik kapal memutuskan berangkat menuju pulau Kangean dengan ditemani 2 ABK , masing-mading Saipulah (43), Saiful (34).

Satu keluarga juga ikut menumpang adalah Siswanto (32) dan istrinya Siti Aisah (35) serta anaknya Nur Imamah (9). Istri siswanto sendiri akhirnya tidak sempat tertolong dan sampai saat ini belum ditemukan di mana keberadaannya.

Menurut perkiraan masyarakat setempat, hampir pasti Siti Aisah meninggal dunia.
Mereka yang selamat ditolong oleh para nelayan pulau setempat serta dibantu kapal tugboat yang sedang melintas di perairan itu. Penumpang yang selamat, terkatung – katung hampir tiga hari tiga malam di laut lepas. Untungnya segera dapat bantuan dari kapal yang sedang lewat.

Setelah tertolong warga setempat, para korban langsung bawa ke puskesmsas untuk mendapat bantuan secara medis karena kondisi mereka semuanya sangat memprihatinkan.

Setelah kondisi mereka pulih langsung oleh Syahbandar Pulau Karamian, Mamat diberangkatkan menuju Surabaya yang ditumpangkan Kapal Sabuk Nusantara 57 menuju Surabaya. (Din/Fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *