Madura Expose. Peradi bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan perkuliahan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angakatan IX. Dekan FH USM, Rini Heryanti SH MH  menyatakan, sesuai Undang undang Advokat nomor 18 Tahun 2003, pasal 2 Ayat, mereka yang dapat diangkat sebagai advokat adalah sarjana berlatar belakang pendidikan tinggi hukum.

‘’Kemudian juga telah mengikuti PKPA yang dilaksanakan oleh organisasi advokat,’’ tuturnya, dalam pembukaan perkuliahan di Gedung V Lantai 6 USM Sabtu (12/1).

Dia juga menambahkan pengangkatan advokat dilakukan sepenuhnya oleh organisasi profesi. Mencermati perkembangan tersebut dan tuntutan tanggung jawab moral, pihaknya sebagai lembaga pendidikan tinggi terpanggil untuk ikut berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional. Utamanya sehubungan memberikan jasa atau bantuan hukum.

‘’Berbekal dari pengalaman kami dalam menyelenggarakan program PKPA menunjukkan bahwa kegiatan ini berdampak bagus. Tentunya untuk membantu para peserta menjadi advokat yang handal,’’ ujarnya.

Ketua Panitia, Dhian Indah Astanti SH MH menambahkan, forum ini juga didukung penuh DPC Peradi Kota Semarang. PKPA yang diselenggarakan pada periode Januari ini, diikuti sebanyak 70 peserta. Program PKPA ini secara periodik diselenggarakan dua kali dalam satu tahun.

Periode pertama dilaksanakan pada bulan Januari 2019, sedangkan periode kedua dilaksanakan pada bulan Agustus 2019. Pengajar PKPA terdiri dari instansi pemerintah, swasta, mau pun akademisi yang profesional di bidangnya. Dhian berkeinginan peserta PKPA Angkatan IX ini menjadi calon advokat berkualitas dan profesional. Mereka akan memberi warna tersendiri dalam profesi tersebut sesuai dengan amanat Undang undang Advokat.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

(har/sm)