TMMD 127 Usai: TNI ‘Bedah’ Desa, Sumenep Kini Punya Wajah Baru?

Terbit: 11 Maret 2026 | 14:02 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Sebuah kolaborasi lintas sektoral yang ambisius resmi dipungkasi. Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Pemkab Sumenep, Rabu (11/03/2026).

Penutupan ini menandai berakhirnya masa bakti 30 hari para prajurit TNI yang “turun gunung” membangun desa sejak 10 Februari lalu. Membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin, M.A., Danrem menegaskan bahwa TMMD adalah bukti nyata sinergi pertahanan wilayah darat yang berkelanjutan sejak era 1980-an.

Bukan sekadar program fisik, TMMD tahun ini menyasar wilayah tertinggal dan terisolasi. Fokusnya jelas: mendorong pemerataan pembangunan agar ketimpangan antarwilayah di ujung timur Pulau Madura ini perlahan terkikis.

Kajian Administrasi: Sinkronisasi Bottom-Up Planning

Dalam perspektif Administrasi Publik, TMMD 127 menarik perhatian karena mengadopsi pola bottom up planning. Perencanaan dimulai dari denyut nadi desa, naik ke kecamatan, hingga disinergikan dengan kebijakan pusat (top down). Secara administratif, pola ini memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan “proyek titipan”, melainkan solusi atas kebutuhan riil masyarakat lokal.

Hasilnya pun konkret. Dari sisi infrastruktur dan kesejahteraan, TNI AD berhasil mengeksekusi program unggulan seperti ketahanan pangan seluas satu hektare, penyediaan lima titik air bersih (TMAB), hingga rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Intervensi kesehatan juga menjadi poin krusial. Pemberian 100 paket makanan tambahan bagi penderita stunting menunjukkan bahwa militer kini masuk ke ranah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sangat mendesak dalam kebijakan daerah saat ini.

Menjaga Nafas Gotong Royong

Keberhasilan fisik seperti pembangunan MCK dan penghijauan fasilitas umum hanyalah satu sisi mata uang. Sisi lainnya yang lebih fundamental adalah pemeliharaan aset pasca-proyek. Brigjen TNI Danny Alkadrie mengingatkan masyarakat untuk menjadi “satpam” bagi hasil pembangunan tersebut.

“Pertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan rakyat,” ujar Danrem menekankan pesan Pangdam. Harapannya, infrastruktur yang sudah terbangun tidak hanya megah saat diresmikan, namun terus dirawat agar manfaatnya dapat dinikmati lintas generasi di pedesaan Sumenep. [yud/fer]

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *