
MADURAEXPOSE.COM–Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai proyek Light Rapid Transit (LRT) dapat bernasib sama dengan pengadaan monorel yang sudah mangkrak. Pembangunan LRT yang awalnya diusung Adhi Karya dan konsorsium BUMN disetujui oleh Pemprov DKI untuk meneruskan proyek monorel sampai hari ini belum beres dan berpotensi mangkrak.
“Menurut saya, kalau tidak ditemukan financing scheme (skema keuangan) yang pas, ya tutup buku saja. Kalaupun jalan, LRT Jabodetabek akan terkena kanibalisasi KRL Jabodetabek,” ujar Agus dalam diskusi ‘Akankah LRT Bernasib Sama Dengan Monorail Yang Mangkrak’ di Gedung Dewan Pers, Jakarta,
Ia menilai jumlah kendaraan pribadi tidak sebanding dengan jumlah angkutan umum dan jalan raya, yang ditambah dengan buruknya kebijakan tata ruang membuat publik kesulitan untuk bergerak dan gagalnya program keluarga berencana
“Permasalahan umum perkotaan karena ketidakharmonisan antara legislatif dan eksekutif serta tumbuh manusia yang tinggi. Hampir semua pemerintah daerah Indonesia berpikir sporadis dan populis demi posisi politik bukan demi kelancaran pergerakan manusia sehari-hari,” katanya.
Transportasi massal di Indonesia sendiri disebutnya mandul, karena kecenderungan koruptisasi pelayanan transportasi masal, sehingga konektivitas yang baik murah dan aman tidak terjadi. “Makin banyak rute dan jenis kendaraan umum, maka akan semakin banyak izin yang harus dikeluarkan. Tidak tegas pemerintah daerah dalam menerapkan UU No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan turunnya membuat pergerakan manusia yang menjadi konsumen angkutan umum tidak bisa di fasilitas dengan baik,” ungkapnya.
Sumber dana dari APBN masih belum final diputuskan berapa jumlahnya, hanya saja dua triliun tersedia untuk digunakan tahun ini.
“Secara administrasi keuangan, sumber dana yang digunakan belum jelas. Kalaupun dengan APBN juga belum dianggarkan supaya LRT selesai sekitar juli 2018 saat terselenggara Asian Games 2018,” pungkasnya.
[Aktl]



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)