
MADURAEXPOSE.COM—Disinggung soal molornya penertiban PKL, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii berdalih bukan tidak perduli terhadap tuntutan masyarakat, melainkan karena berbarengan dengan masuknya bulan suci Ramadhan.
“Terkait dengan Perbup PKL yang telah diterbitkan sebelum Ramadhan tahun lalu, tapi diundurkan pelaksanaannya karena bertepatan Ramadhan,” ujar Achmad Syafii, Bupati Pamekasan disela-sela acara safari Ramadhan.
Menurut mantan anggota DPR RI ini, dalam rencana penertiban para PKL tersebut, pihak Pemkab perlu dukungan kuat dari semua pihak.
“ Pemkab bukan tidak peduli kepada masyarakat tapi semua untuk kepentingan bersama, hal ini butuh dukungan kuat, termasuk RT/RW, Satpol PP, Polri, TNI dan seluruh elemen yang ada dalam penertibannya,”tandasnya.
Sebelumnya, serangkaian aksi dilakukan oleh kalangan masyarakat, karena dalam hal penataan dan pemberdayaan PKL, pihak Pemkab Pamekasan dinilai tidak serius. Hal itu terungkap juga saat digelar aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) setempat.
APKLI ini sengaja mendatangi kantor Pemkab Pamekasan menilai, adanya fakta di lapangan yang menambah daftar panjang jumlah PKL, tak sebanding dengan ketegasan pihak eksekutif setempat dalam melakukan penataan. Hal itu sangat disayangkan karena sudah diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
“Di Pamekasan ini, sudah 10 tahun lamanya belum ada respon apapun terkait tuntutan penataan itu,” ungkap Zainal Abidin dalam sesi dialog interaktif dengan salah satu radio swasta di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, baru-baru ini.
Pihaknya mencontohkan, rencanya pemindahan PKL eks PJKA atau lebih dikenal dengan Tapsiun, malah terkesan dibiarkan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
“Portal juga tidak ada, Plang parkir tidak ada, dan papan pengumuman juga tidak ada,” tandasnya melalui awak media.
Reporter: Luthfiadi
Redaktur/Editor: Ferry Arbania



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
