MADURAEXPOSE.COM– Banyak cara dan upaya yang dilakukan oleh para Babinsa dalam melaksanakan tugas di wilayah Binaannya guna menyiapkan wilayah pertahanan yang kuat guna mendukung kemanunggalan TNI-Rakyat sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk tercapainya tuga pokok TNI-AD.

Babinsa selalu menjadi yang terdepan dalam segala kegiatan, terutama dalam pendampingan program swasembada pangan seperti yang dilakukan oleh Babinsa koramil 0827/18 kangean Serka Suwiryo yang mana saat ini beliau sedang melaksananan pendampingan tanam padi dilahan sawah milik Bapak Riyat di Dusun barat Dalam, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. Minggu, (14/1/2018).

Diharapkan hal ini terus berlanjut sehingga para petani bisa ikut menciptakan swasembada pangan secara nasional sekaligus warga tidak sampai kekurangan pangan. ” ungkap Serka Suwiryo”.

Pendampingan tersebut antara lain dengan membantu pengolahan tanah, penyemaian, pemeliharaan tanaman dan menyalurkan hasil panen, sehingga diharapkan dengan kegiatan tersebut hasil panen dapat meningkat dan para petani lebih sejahtera. “kaya Babinsa Suwiryo”.

Kapten Inf. Zakariah Danramil 0827/18 Kangean menjelaskan bahwa pelibatan TNI dalam hal ini mensukseskan program pemerintah untuk swasembada pangan tentunya bukan tanpa alasan dan tentu pula bukan tanpa reaksi, pro maupun kontra terhadap keterlibatan TNI untuk terjun langsung kepada pertanian.

“Lebih-lebih dilihat dari aspek pertanian TNI sangat tidak mungkin mampu mendampingi petani untuk lebih baik, yang ada kehawatiran intervensi dan kekerasan karena TNI yang kita tahu adalah alat pertahanan dan dia memiliki skil berperang membunuh atau dibunuh,” imbuhnya.

Bapak Riyat yang bertempat tinggal di Dusun Barat Dalam, Desa Arjasa mengapresiasi kepada Babinsa yang mana tidak surut semangatnya dalam mendampingi program pendampingan.

“Terbukti sampai saat ini konsistensi Babinsa selalu turun ke sawah selalu mengajak kelompok-kelompok tani baik secara individual petani maupun kelompok agar menyegerakan tanam padi kembali,” ungkap Riyadi.

(sur/fer)