Peluang Bupati Fauzi Akankah Semulus Ramdhan Siraj dan Busyro karim di Priode Kedua?

Terbit: 10 April 2022 | 19:26 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Tanpa bermaksud membanding-bandingkan sosok kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi dengan dua Bupati Sumenep pada priode sebelumnya, yakni KH.Ramdhan Siraj dan KH Busyro Karim. Keduanya dengan mulus memenangkan pertarungan Pilkada priode kedua mereka, meski rival politiknya saat itu sangat kuat.

Budayawan Sumenep Tadjul Arifin mengungkap sebuah kemungkinan politik akan berpengaruh sama dalam meraih simpatik masyarakat. Hal itu dengan melihat kemampuan dua sosok Bupati sebelumnya dalam membawa gerbong pemerintahan.

Tadjul menilai, dua Bupati pada priode sebelum Achmad Fauzi memiliki kharismatik yang sangat kuat, baik kapasitasnya sebagai tokoh pesantren sekaligus kemapuan politik mereka yang sudah sangat matang.

“Yang jelas beliau (Kian Ramdhan dan Kiai Busyro) PKB, Islami dari Ponpes. Cara memimpinnya sesuai dengan dengan karakteristik masyarakat (Sumenep) yang paternalistik,” demikian Tadjul Arifin melalui pesan WhastApp yang diterima Maduraexpose.com, Ahad 10 April 2022 malam.

Pria yang dulunya dikenal sebagai aktivis LSM ini tak memungkiri jika dalam kepemimpinan Kiai Busyro Karim dan Kiai Ramdhan Siraj terdapat kekurangan.
“Dan hasil pembangunannya (era sebelumnya,Red) nyata, sekalipun kekurangan juga ada,” imbuh Tadjul Arifin.

Pihaknya juga menggambarkan gaya kepemimpinan Bupati Sumenep yang pernah memimpin Kota Sumenep ini, yang dulu pada era Presiden SBY disebut sebagai kota tujuan Wisata.

“Coba lihat cara memilih Wakil, K.Ramdhan 2 X wakilnya dari birokrat. K.Busyro wakil yang pertama dari Birokrat. Dengan demikian kedua beliau tidak sok pinter tapi pintar,” sambungnya.

Entah siapa yang dimaksud pemimpin sok pintar itu, namun Tadjul memberikan pandangan bijak dengan menyebutkan istilah dalam bahasa Madura.

“Yang cara berpikirnya praktis, sengko’ ta’ bisa ta’ masalah, maske Kadis congowa la dhina. Tang bakkel reng birokrasi, la ngarte ka ghulina maghi’ salekor. Begitulah semboyan beliau,” ucapnya lagi.

Tak hanya itu, Tadjul juga membeberkan salah satu kelebihan Bupati Busyro Karim, yakni terkait dengan ketegasannya terhadap Kepala Dinas yang membangkang.

“Kalau K.Busyro itu, bila Kadisnya sudah tidak sesuai dengan omongannya, sekarangpun lansung dipanggil. Kalau masih tetap,ya diberi sanksi. (kalau ngeyel), malampun langsung dimutasi,” tutup Tadjul.

Untuk diketahui, untuk pertama kalinya KH Ramdhan Siraj menjadi Bupati Sumenep adalah priode 2000-2005 yang saat itu berpasangan dengan Abdul Muis .
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Fitur Simulasi Interaktif Google Gemini Meluncur, Pembaca Madura Expose Makin Canggih!

Terbit: 12 April 2026 | 23:00 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali diguncang dengan inovasi terbaru dari Google Gemini. Fitur bertajuk Interactive Simulations resmi diperkenalkan ke publik,…

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *