Payah! 70% Migas Jatim Dipasok Madura, Kok Bisa Warganya Termiskin?

0
1133

MADURAEXPOSE.COM– Baru-baru ini Gubernur Jawa Timur, Soekarwo membeberkan kepada awak media, jika Sumenep masuk daerah paling miskin di Jawa Timur,

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrbanya, bersumber dari hasil temuan Bappenas, ada lima daerah yang tingkat kemiskinannya terparah di Jawa Timur. Yakni, empat Kabupaten di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, plus wilayah tapal kuda yaitu Kabupaten Probolinggo.

“Sesuai hasil temuan Bappenas, ada lima daerah, di antaranya Madura dan Kabupaten Probolinggo yang indeks gini rasio atau tingkat kemiskinan tersebut,” beber Soekarwo, Gubernur Jawa Timur kepada awak media, usai rapat paripurna DPRD Jatim, baru-baru ini.

Fakta ini sangat tidak rasional dan patut ditelusuri lebih dalam, mengingat Madura, terlebih Sumenep memiliki banyak kekayaan melimpah semisal migas.

Beberapa waktu lalu, sejumlah akademisi Jawa Timur menggugat pengelolaan migas melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Sidang Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur.

Para Akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jatim yang turut menggugat pengelolaan migas itu antara lain, Prof Munawar Ismail DEA, Dwi Budi Santoso PhD dan Prof Dr Berani Mustika serta Prof Dr Agus Suman yang semuanya dari UB Malang.

Berikutnya, Prof Dr M Saleh (Universitas Negeri Jember), Dr Ir M Taufik ( ITS), Dr A Jamaluddin (UIN), Miliki Malang dan Dr Sutikno dari Universitas Trunojoyo, Madura, Jawa Timur.

Dalam forum pakar itu semuanya sepakat, bahwa migas harus dikelola negara, demi NKRI agar tidak memecah NKRI.

Sorotan lebih tajam disampaikan pakar lainnya dalam FGD tersebut, seperti disampaikan oleh Dr Sutikno, Dosen Universitas Trunojoyo. Malah dirinya membeberkan potensi migas yang tersimpan di Pulau Madura yang dinilai sangat fantastik.

HotNews:  Cetak Sejarah, Said Aqil Jadi Satu-satunya Ketum PBNU yang Jabat Komisaris BUMN

“Saat ini saja yang sudah beroperasi (dengan maksimal) baru satu titik. Namun 70 persen kebutuhan migas di Jatim malah dipasok dari Madura,” kata dia.

Kendati potensi migas sangat besar di pulau garam, namun kenyataannya rakyat Madura tak bisa menikmati.

“Akibatnya, kesejahteraan orang Madura tak meningkat. Tak heran kalau kemudian rakyat Madura menggagas untuk memisahkan diri dari propinsi Jatim”, pungkasnya.* (Ferry/dbs).