Pasien Miskin Sekarat Di RSUD, Unit Transfusi Darah ‘Lempar Batu’

0
1094

Sumenep, MaduraExpose.com – Pasien miskin bernama Moh Subairi (55) nyaris kehilangan nyawa di ruang perawatan RSUD Moh. Anwar Sumenep, Madura, Kamis (16/10/2014).

Pasien malang ini sudah empat hari terbaring dengan kondisi sekarat di rumah sakit terbesar di Kabupaten Sumenep tersebut. Diduga hanya persoalan spele berupa uang jaminan mendapatkan darah transfuse di Pamalang Merah Indonesia (PMI) setempat, nasib pasien ‘diterlantarkan’ begitu saja.

Padahal, dari keterangan keluarga pasien, Subairi sangat membutuhkan sedikitnya 10 kantong darah untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun karena tidak uang jaminan, kantong darah tersebut tak bisa dinikmatinya.

“Karena tidak memiliki uang, kami hanya dikasih 1 kantong darah. Padahal yang dibutuhakn 10 kantong darah.sementara untuk satu kantong darah uang jaminannya Rp Rp 350 ribu. ” kata Suni’ah (44) istri pasien saat ditemui di RSUD Sumenep sambil meneteskan air mata, Kamis (16/10/2014).

Suni;ah menuturkan, jangankan untuk membayar jaminan kantong darah di Palang Merah Indonesia (PMI), untuk kebutuhan makan sehari-hari, lanjutnya, keluarga sangat susah karena tergolong tidak mampu.
“Sejak masuk rumah sakit, makanan kami dikirimin tetangga. Kami benar-benar tidak berdaya dan tidak punya uang”, timpalnya penuh haru.

Pihaknya mengaku sangat kecewa dengan pelayanan di rumah sakit dan PMI Sumenep.

Sementara Kepala Unit Transfusi Darah PMI Suemenep, Dr. Moh. Saleh malah beralibi, PMI merupakan lembaga non pemerintah yang memiliki tanggungan sendiri yang sangat besar.

“Mestinya pihak rumah sakit (RSD Moh. Anwar, Red) yang menangani pasien keseluruhan”, dalihnya beralibi.

Persoalan tersebut sampai juga ditelinga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep yang langsung menjanjikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

“Secepatnya kita selesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut”, ujarnya.
(F22/Fer)