Sumenep (Maduraexpose.com)–Pasca terjadinya puting beliung yang ditandai dengan munculnya cuaca esktrem di sejumlah tempat di Kabupaten Sumenep, membuat kepala daerah setempat terus berpikir keras demi mencari solusi supaya masyarakat terhindar dari kemungkinan terjadinya musibah alam yang lebih besar.

Salah satu yang paling urgen dilakukan saat ini, menyusul sering munculnya kekhawatiran masyarakat, Bupati Sumenep Achmad Fauzi memandang perlunya dilakukan kesadaran bersama untuk terus mewaspadai kondisi yang ada, kendati tidak perlu merasa cemas berlebihan.

Hal itu diungkap Bupati Achmad Fauzi usai menerima kunjungan pihak BMKG yang membawa catatan penting tentang kondisi terkini tentang situasi di Kabupaten Sumenep.

“Melihat kondisi alam yang sering ekstrem, seperti terjadinya puting beliung dan hujan yang kerap disertai angin kencang, kami melihat adanya kemungkinan-kemungkinan buruk yang perlu diwaspadai bersama. Dan tadi kami kedatangan pihak BMKG dan melakukan diskusi panjang soal fenomena alam saat ini. Sepertinya, Sumenep sudah harus melakukan mitigasi gempa dan tsunami. Karena saat ini kondisi diwilayah kita mulai rawan gempa,” demikian Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH usai melakukan diskusi khusus dengan pihak BMKG kepada Maduraexpose.com, Sabtu siang sekitar pukul 13.30 wib.

Disinggung seperti apa mitigasi gempa dan tsunami yang akan dilakukan oleh pihak Bupati Sumenep, Ketua DPC PDI Perjuangan itu menggambarkan dengan singkat, bahwa intinya, bumi tidak hanya menyimpan sumber daya alam yang mensejahterakan, namun diluar itu ternyata juga menyimpan potensi bencana yang merusakkkan.

“Jadi intinya, mitigasi itu dilakukan untuk memprediksi gempa bumi, termasuk tindakan sebelum kejadian ataupun setelah kejadian. Sebagai manusia biasa, kita berkewajiban melakukan ikhtiar dalam upaya meminimalkan resiko gempa bumi ataupun tsunami,” tutup Achmad Fauzi sambil menutup perbincangan dengan Redaksi Maduraexpose.com.

HotNews:  Peduli Wisata Oksigen, Kades Pulau Giliiyang Siap Bantu Pemkab Sumenep

Sebelumnya kerap diberitakana media ini, telah terjadi musibah Puting beliung yang melanda 20 lokasi di dua desa yang bersebelahan,yakni Desa Karang Anyar dan Desa Pinggir Papas menghancurkan sebagian besar bagian atas bangunan masjid dan milik PT Garam. Dua desa tersebut merupakan wilayah Kecamatan Kalianget Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Peristiwa yang mengehobhkan warga tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu 3 April 2021.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S merinci kerusakan akibat puting beliung di dua desa tersebut, yakni Desa Karanganyar terdapat 12 lokasi dan Desa Pinggir Papas 8 lokasi musibah.

Selain itu, sebanyak tiga warga yang dilaporkan mengalami luka ringan, dengan identitas korban luka, yakni Listiyani (40) dan Aira (11). Keduanya warga Dusun Ageng, Desa Pinggir Papas. Sedangkan satu orang korban lainnya diketahui bernama Iyan Muryanto (36) warga Dusun Panggung Desa Karanganyar.
Editor: Ferry Arbania