Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H Usyamah Hisyam mengimbau Polri untuk dapat membuktikan diri sebagai aparatur negara. Polri diminta bukan menjadi alat kekuasaan.

“Apalagi Polri menggunakan tagline sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat,” kata Usamah Hisyam, di Jakarta, Selasa (22/11).

Menurut Usamah, jika Kapolri menempatkan lembaga Polri seakan-akan turut bermain politik sebagai alat kekuasaan, dikhawatirkan akan tercerabut dari akar kerakyatan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Sikap, langkah, dan tindakan Polri sudah tepat dalam menangani aksi demo membela Islam di Jakarta, pada Jumat (14/9) serta Jumat (4/11), seperti yang dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhamad Iriawan saat memimpin pasukan langsung di lapangan dan melobi para pendemo.

Para pendemo yang juga bergerak ke Gedung DPR RI, kata dia, juga dapat dicegah, sehingga aksi demo dapat diakhiri. Namun, Usamah menyesali langkah para petinggi Polri dalam menyikapi rencana aksi demo Bela Islam III yang direncanakan pada 2 Desember 2016, dengan menyebut sebagai tindakan inkonstitusional.

Padahal, kata dia, umat Islam telah membuktikan dua aksi sebelumnya benar-benar berjalan secara damai semata-mata menuntut proses hukum yang berkeadilan terhadap penistaan Alquran yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. [ROL]