Pantesan Sering Merintih Kesakitan, Ternyata Paman Sendiri yang ‘Cocok Tanam”

Terbit: 16 Maret 2021 | 19:41 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sampang (Maduraexpose.com)– Aksi “cocok tanam” kembali terjadi di wilayah hukum Sampang, Madura, Jawa Timur.

Korbannya seorang bocah berumur 4 tahun. Pelakunya, diduga pamannya sendiri berinisial DH warga Kecamatan Torjun, Sampang.

Kasus “cocok tanam” ini sudah dilaporkan ke Polres Sampang. Aksi asusila itu terungkap karena korban sering merintih kesakitan hingga mendapat perawatan medis.
Salah seorang keluarga korban, F menyampaikan, aksi “cocok tanam” terungkap pada Februari 2021 saat korban memeriksakan diri ke bidan desa.

“Korban berulang kali berobat ke bidan. Hasilnya, tetap tidak kunjung sembuh, sehingga direkomendasikan untuk dilakukan visum ke dokter kandungan,” kata F, Senin (15/3/2021).

Pasca menjalani visum, pihaknya terpukul lantaran korban dinyatakan telah berulang kali mengalami kekerasan “cocok tanam”.

“Kami sudah curiga terhadap pelaku. Bahkan pelaku, sempat menceritakan perbuatan asusila kepada orang lain,” katanya.

Keluarga korban akhirnya melaporkan dugaan “cocok tanam” ke Polres Sampang, 13 Februari 2021.

Sementara, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polres Sampang, Aiptu Sujianto mengaku telah menerima laporan dan memegang barang bukti berupa visum.
“Sedang proses penangkapan terhadap pelaku,” singkatnya.(*/PMc)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

    Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

    Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

    Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *