Ombudsman: Krisis 1998 Tidak Separah Tahun Ini

Terbit: 24 Maret 2020 | 16:09 WIB

MADURA EXPOSE- Komisioner Ombudsman RI Laode Ida menilai, Indonesia saat ini tengah mengalami krisis yang dahsyat. Kedahsyatannya melebihi krisis 1998.

“Krisis 1998 tidak separah tahun ini. Tahun ini sangat parah karena paling banyak menghantam kelompok masyarakat menengah ke bawah,” kata Laode, Selasa (24/3).

Dia membandingkan kondisi ekonomi di tahun 1998. Di mana, kelompok menengah ke bawah lebih banyak yang bertahan.

Itu sebabnya, pemulihan ekonomi pascakrisis lebih cepat. Sebab, penduduk Indonesia terbanyak di golongan menengah ke bawah.

“Dulu, ketika perbankan dan usaha makro banyak yang bangkrut, usaha mikro justru bertahan. Pedagang kaki lima, warteg, dan usaha mikro yang menggerakkan ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Berbeda dengan tahun ini, golongan menengah ke bawah paling merasakan dampaknya. Banyak usaha mikro di ambang bangkrut.

Para pedagang kecil seperti penjual warteg, gorengan, bakso, kafe, dan lainnya pendapatannya anjlok. Lantaran banyak masyarakat yang takut keluar rumah karena corona. Masyarakat memilih masak sendiri daripada beli karena takut tidak higienis.

Sedangkan kelompok menengah atas yang jumlahnya sedikit, bisa bertahan. Mereka punya banyak cadangan dana untuk tetap bertahan hidup.

Jangan heran, kata Laode, yang paling banyak memborong bahan pokok adalah kelompok menengah atas. Kelompok menengah bawah, hanya bisa gigit jari karena semua bahan pokok sudah diborong orang berduit.

“Andai usaha coffee shop saya masih jalan, mungkin akan sama nasibnya dengan usaha kecil menengah lainnya yang sekarang ngos-ngosan untuk bertahan,” ucapnya.

Dia berharap musibah ini segera berakhir. Sebab, makin lama, akan kian bertambah penduduk miskin di Indonesia. “Semoga Allah cepat tunjukkan jalan agar musibah ini,” tandasnya. (jpnn)

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

    Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *