
Maduraexpose.com- Meski undang-undang kepolisian melarang kendaraan umum atau MPU mengangkut penumpang menggunakan mobil dengan bak terbuka mengangkut penumpang, realitas dilapangan banyak yang seolah-olah tidak mengindahkan.
Beberapa sopir MPU bak terbuka yang berhasil diwawancarai Maduraexpose.com mengaku sangat dilematis, karena kebanyakan penumpang yang menggunakan pick-up cenderung membawa barang yang tidak mungkin diangkur oleh kendaraan tertutup.
“Lagian kalau menggunakan MPU tertutup atau orang sini bilang mobil station, rasanya jadi beban karena jumlah penumpang sudah berkurang. Kebanyakan mereka sudah punya kendaraan sendiri seperti speda motor dan sebagian mobil pribadi”, ujar Subaidi, salah satu sopir MPU bak terbuka atau pikc up, yang mengaku dari Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (14/10/2015).
Lain lagi alasan Pak Mamad, sopir MPU bak terbuka asal Pamekasan, Madura. Menurutnya, dirinya sangat terpaksa beralih ke sopir mobil dengan bak terbuka karena dinilai lebih serbaguna dan jauh menguntungkan.
“Sekarang penumpang yang menggunakan jasa MPU jenis mobil tertutup sudah sangat sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kadang seharian hanya cukup beli bensin kendaraan. Makanya teman-teman banyak yang pindah ke mobil pick up. Kalau penumpang sepi, kita bisa ngangkut barang. Jadi rejeki tetap lancar Mas”, ujarnya sambil tertawa lepas.
(Liputan Redaksi)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)