Misteri Pembunuhan di Ambender: Benarkah Motif Salah Sasaran?

Terbit: 25 Juli 2025 | 07:30 WIB

PAMEKASAN, Jawa Timur – Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, diselimuti selubung misteri pasca-pembunuhan sadis pada Rabu malam, 23 Juli 2025. Seorang pria berinisial M (40) tewas dibacok tetangganya, S (43), setelah dituduh menjalin hubungan gelap. Namun, di balik dugaan perselingkuhan yang membakar amarah, muncul pertanyaan besar: mungkinkah M menjadi korban salah sasaran?

Kronologi Berdarah: Dendam Asmara yang Berujung Celurit
Menurut Kapolsek Pegantenan, Iptu Heri Siswanto, tragedi ini bermula dari tuduhan serius M terhadap S. M menuduh S memiliki hubungan terlarang dengan iparnya, yang tak lain adalah istri dari kakak M. Bara api cemburu dan amarah pun seketika membakar suasana.

Tak menunggu lama, M, yang diliputi emosi, mendatangi S dan langsung menyabetkan celurit. Beruntung, sabetan itu meleset dari sasaran. S, yang nyawanya nyaris melayang, segera melarikan diri ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian untuk mengambil celurit balasan.

Bersama senjata di tangan, S kembali memburu M. Ketika menemukan M sedang duduk santai di teras rumahnya, S tak membuang waktu. “Tanpa banyak bicara, S langsung membacok korban tepat di samping kiri sampai perut,” ungkap Iptu Heri. Luka menganga sepanjang 30 sentimeter itu mengakhiri hidup M seketika.

Fakta di Balik Jeruji Besi: Pengakuan Pelaku dan Misteri Saksi Lain
Setelah aksi brutalnya, S berhasil diamankan aparat kepolisian dan kini mendekam di Polres Pamekasan untuk penyidikan mendalam. S bersikukuh bahwa ia beraksi sendirian. Namun, keterangan saksi di lokasi kejadian memunculkan pertanyaan baru. Ada dugaan kehadiran orang lain, meski belum jelas apakah mereka berusaha membantu, melerai, atau justru terlibat dalam drama maut ini. “Ada dua versi. Makanya sekarang masih melakukan proses pendalaman,” jelas Iptu Heri.

Terkuak? Spekulasi Salah Sasaran dan Sosok Misterius
Di sinilah inti misteri kasus ini terletak. Meskipun dugaan awal mengarah pada motif asmara, polisi masih terus menggali kebenaran. Pasalnya, beredar desas-desus di kampung bahwa S dan ipar korban tak mungkin memiliki hubungan terlarang.

“Menurut informasi di kampung tersebut, tidak mungkin kalau tersangka ini punya hubungan dengan itu. Ada nama yang lain yang muncul,” terang Iptu Heri, menyiratkan bahwa M mungkin menuduh orang yang salah. Ini menimbulkan spekulasi bahwa S bisa jadi hanya menjadi eksekutor dalam sebuah drama asmara yang salah alamat, dan korban M tewas karena tuduhan yang keliru.

Kasus ini masih dalam proses pendalaman intensif di Polres Pamekasan. S saat ini dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, namun pasal ini masih berpeluang berkembang sesuai dengan hasil penyidikan lebih lanjut.

Kematian M bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar di benak masyarakat Ambender: Apakah S benar-benar membunuh M karena cemburu buta, ataukah ia hanya menjadi eksekutor dalam sebuah drama asmara yang salah alamat? Siapakah “nama lain” yang disebut-sebut warga? Jawabannya kini berada di tangan penyidik Polres Pamekasan. [kma/gmn/ktv/gmn/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *