MADURAEXPOSE.COM–Kasus pengeroyokan yang terjadi di sebelah Polsek Kota atau di depan Masjid Jamik Sumenep, Madura, Jawa Timur dan tiga warga harus dilarikan ke RSUD. Moh. Anwar, nampaknya Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora dalam menangani kasus tersebut.

Ketiga korban tersebut yakni Tiga warga Sumenep, Madura, Jawa Tiamur menjadi korban pengeroyokan di sebelah utara Kantor Polsek Kota. Bahkan salah satu korban mengalami luka bacok. Ketiga korban tersebut, yakni Rizal (21) warga Dusun Patenongan, Desa Parsanga, Achmad Zaky Tamimi (21) warga Kelurahan Pajagalan, dan Lukman Efendi (30) warga Dusun Sarpaan, Desa Kacongan, Kecamatan Kota.

Kedatangan Kapolres Sumenep ini, tidak lain untuk melihat langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengetahui langsung kronologis kejadian dari kasus pengeroyokan tersebut.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, pasti kami usut tuntas dalam pengeroyokan tersebut, akan tetapi dalam kasus ini, kami harus hati-hati,” kata Kapolres Sumenep, AKBP. H. Joseph Ananta Pinora, kepada sejulah awak Media, Senin (23/1/2017).

Namun demikian lanjut Kapolres Sumenep, pihaknya pasti akan bersikap profesional dalam kasus ini. Oleh karena itu, masyarakat maupun publik tidak perlu khawatir dengan proses penyelidikan dan penyidikan dalam kasus pengeroyokan tersebut.

“Saat ini kami sudah periksa sekitar 5 orang saksi, dan kasus ini pasti akan diusut tuntas. Akan tetapi jika misalnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, ya silakan saja. Namun yang pasti kami akan tetap profesional dan melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan tetap menciptakan situasi tetap kondusif, aman dan damai di Kabupaten Sumenep, oleh karena itu tim penyidik akan bersikap profesional dalam kasus pengeroyokan yang terjadi di depan Masjid Jamik.

“Saya minta situasi tetap kondusif, dan percayakan kepada kami untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, serta keadilan akan ditegakkan. Meskipun dalam kasus ini seperti menegakkan benang basah,” tegasnya. (Roni/Ferry)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM