Mengurai Krisis: Forum Kiai NU Jawa Ancam Bentuk PBNU Tandingan, Serukan Konsolidasi Kultural

Terbit: 15 Desember 2025 | 10:47 WIB

Madura [Senin, 15 Desember 2025] – Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tengah menghadapi ujian serius. Sebuah kelompok yang menamakan diri Forum Kiai NU Jawa secara tegas menyatakan akan mengambil langkah darurat, yaitu membentuk kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tandingan. Ancaman ini akan direalisasikan jika Musyawarah Luar Biasa (MLB) tidak kunjung digelar dalam waktu tiga bulan ke depan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Koordinator Kiai NU Jawa, Faris Fuad Hasyim, dalam konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, sebagaimana dikutip pada Sabtu (13/12/2025). Langkah ini dipandang sebagai ikhtiar (usaha sungguh-sungguh) terakhir untuk mengurai kemelut internal yang kini melanda organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

Batas Waktu dan Langkah Darurat

Faris Fuad Hasyim menegaskan bahwa batas waktu tiga bulan adalah penentu. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak tercapai kesepakatan damai dan MLB sebagai jalan keluar konstitusional tidak terselenggara, maka Forum Kiai NU Jawa akan bertindak.

“Apabila dalam waktu tiga bulan ke depan tidak ada kesepakatan dan tidak terselenggaranya MLB, maka Forum Kiai NU Jawa akan mengambil langkah-langkah darurat berupa pembentukan PBNU tandingan sebagai wadah konsolidasi NU kultural,” ujar Faris.

Menurutnya, langkah darurat ini murni merupakan upaya penyelamatan. Kondisi NU saat ini dinilai mengalami stagnasi serius akibat konflik internal yang memperebutkan kursi kekuasaan semata, mengorbankan orientasi perjuangan jam’iyyah (organisasi) yang seharusnya fokus pada umat.

“Langkah ini ditempuh sebagai ikhtiar terakhir untuk menyelamatkan NU dari stagnasi konflik internal dan penyimpangan orientasi perjuangan,” tambahnya.

Seruan Persatuan dan Kekuatan Kultural

Menariknya, Forum Kiai NU Jawa tidak hanya berfokus pada langkah struktural, tetapi juga merangkul elemen kultural yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan NU di akar rumput. Forum tersebut secara khusus mengundang para tokoh NU kultural untuk terlibat aktif dalam upaya penyatuan jemaah (umat) dan jam’iyyah.

Tokoh-tokoh yang diundang dianggap memiliki legitimasi moral dan basis kultural yang luas di tengah masyarakat, jauh dari pusaran konflik perebutan kekuasaan.

Dalam konteks ajakan ini, Faris menyebutkan salah satu nama tokoh yang diharapkan terlibat, yakni H. Rhoma Irama, bersama sejumlah ulama dan budayawan NU kultural lainnya.

“Forum Kiai NU Jawa berkomitmen mengajak berbagai tokoh karismatik NU kultural, termasuk di antaranya H. Rhoma Irama, serta sejumlah ulama dan budayawan yang memiliki legitimasi moral dan basis kultural luas,” terang Faris.

Keterlibatan para tokoh ini diharapkan mampu menjadi energi baru untuk memperkuat gerakan penyatuan di kalangan akar rumput NU (Nahdliyin) dan, yang terpenting, mengembalikan NU pada fungsinya sebagai kekuatan moral bangsa yang berdiri di atas kepentingan umat dan dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah.

Langkah Forum Kiai NU Jawa ini menjadi penanda bahwa semangat kultural dan nilai-nilai ke-NU-an yang otentik masih sangat kuat di kalangan kiai dan tokoh masyarakat, yang kini menuntut perbaikan dan pengembalian orientasi perjuangan organisasi ke jalur yang sebenarnya. [inlh/hersb/dbs/gim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *