MADURA EXPOSE. Direktur KONTRA’SM (Komisi Perlindungan hukum & Pembelaan Hak-2 Rakyat), Zamrud Khan, SH mengapresiasi kinerja Polres Sumenep yang telah menetapkan salah satu tersangka beras oplosan berinisial LA yang diduga pelaku sekaligus pemilik gudang yang terjaring operarsi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

“Secara Prinsip kita Mendukung Upaya yang dilakukan oleh Polres dalam Rangka Mengungkap Hasil OTT Beras yang sudah menjadi Barang Bukti tersebut. Tetapi Ingat, bahwa dalam Hukum ada Asas Equality Before The Law, adanya persamaan di hadapan HUkum,” demikian Zamrud Khan, SH direktur KONTRA’SM dalam rilisnya yang diterima Policeline.co (MaduraExpose.com Network), Sabtu
4 April 2020.

Zamrud melanjutkan, berdasarkan Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945, semua Warga Negara bersamaan Kedudukannya di dalam hukum. Oleh karenanya lanjut adik kandung Azam Khan lawyer ini, setiap orang yang dinyatakan ‘tersangka’ belum tentu Bersalah.

“Polres dalam hal ini memiliki semangat memberantas Mafia Beras perlu didukung oleh semua pihak.
Akan tetapi jangan lupa lalu peran Penyidik,harus mengedepankan adanya Ultimum Remedium. Ini juga tidak Fair,” tandasnya.

Demi tegaknya hukum dan azas keadilan, pihaknya mendesak pihak penyidik untuk lebih transparan.

“Mangkanya diungkap saja, siapa saja jaringannya tersangka LA sehinggah menjadi terang benderang. Dan ini sangat membantu rakyat atau asyarakat agar tidak terpapar beras yang tidak sehat. Jika ini terbukti demikian,” tegas Zamrud Khan.

Pihaknya juga menyinggung peran kuasa hukum tersangka yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan dalam rangka membela kliennya.

“Dalam hal ini fungsi seorang Lawyer diberikan Ruang oleh KUHAP manakala Klien dirugikan seperti sesuai pasal 1 ayat 10 melakukan Praperadilan. Hal ini adalah bagian dari Point D’interet Point D’Action atau boleh mengajukan Gugatan,” jelas Zamrud lebih rinci.

HotNews:  Refly Harun: Jika Tak Boleh Bahas Pemecatan Presiden, Buat Apa Pasal Pemakzulan

Zamrud yang juga seorang pengacara yang cukup disegani ini menambahkan, dalam kasus mafia beras oplosan ini, pihaknya juga menyentil peran klien yang dijadikan tersangka sebagai Whistleblower yang mengungkap fakta kepada public mengenai sebuah skandal maupun jaringan mafia beras oplosan yang saat ini dalam penanganan Polres Sumenep.

” Peran Klien bisa saja dijadikan Whistleblower dalam mengungkap semua Jaringan yang ada di Sumenep dan Itu Jauh lebih Fair. Namun pertanyaannya, mau apa tidak kliennya itu?. Nah, Keduanya harus membuka akses informasi agar menjadi terang benderang”, imbuh Zamrud sambil lalu menekankan titik tekan peran lawyer bagi kalien dalam kasus ini.

“Nah, disinilah peran Lawyer yang harus kita dukung untuk membongkar habis serta mematahkan argumen-argumen Hukum karena itu ntuk menegakkan HUkum.,” tutup Zamrud Khan, SH kepada Redaksi.

Editor: Ferry Arbania
Sumber:-