
SUMENEP – Forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama (NU) tingkat cabang kembali menegaskan khittah (garis perjuangan) dan jati diri organisasi. Dalam suasana khidmat Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, pesan fundamental mengenai kepemimpinan NU menggema kuat dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Jawahir.
KH Abdul Matin Jawahir secara lugas menyampaikan inti ajaran yang bersumber dari tradisi salafush shalih (pendahulu yang saleh) NU: Kepemimpinan Struktural NU harus dipegang oleh kalangan Ulama dan Kiai.
Prinsip Usidal Amru: Kiai sebagai Pemandu Spiritualitas dan Organisasi
KH Abdul Matin Jawahir mendasarkan argumentasinya pada dua pilar utama Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah (organisasi keagamaan):
NU didirikan oleh para Ulama (muassis).
Kepemimpinan (syuriyah dan tanfidziyah) idealnya berada di tangan para ulama yang memiliki sanad keilmuan dan legitimasi spiritual.
Beliau bahkan secara tegas memberikan posisi bagi kalangan non-ulama, betapapun kayanya mereka, yakni di jabatan pendukung seperti Bendahara.
“Garis bawah, Nahdlatul Ulama adalah jam’iyah didirikan oleh para Ulama, dua: Nahdlatul Ulama adalah jam’iyah yang pimpinannya adalah para ulama. Jadi mohon maaf yang tidak kiai yang tidak ulama walaupun kaya Bendahara saja,” tegasnya.
Pernyataan ini berlandaskan pada prinsip keagamaan, yaitu “Usidal Amru Fi Amrihi” atau “serahkan urusan kepada ahlinya.”
KH Abdul Matin Jawahir lantas mengingatkan konsekuensi fatal jika prinsip ini diabaikan:
“Idza wussidal amru ila ghairi ahlihi fantadziri sa’ah (jika suatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya),” imbuh Kiai Matin, disambut sorak dan tepuk tangan meriah dari peserta Konfercab.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan dalam jam’iyyah NU, yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), memerlukan kedalaman ilmu agama dan khidmah (pengabdian) yang otentik, tidak semata berorientasi pada modal finansial atau politik.
Hasil Konfercab: Memilih Kiai dan Kader Terbaik

Konfercab NU Sumenep 2025 yang berlangsung di Pondok Pesantren Annuqayah Latee pada Ahad, 7 Desember 2025, mengusung tema “Satu Fikrah, Satu Harakah”. Forum tertinggi ini diikuti oleh ribuan pengurus dan kader, dengan perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWCNU) sebagai pemilik hak suara.
Konfercab ini berhasil melahirkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2025-2030, yang sejalan dengan penekanan KH Abdul Matin Jawahir:
Rais Syuriyah (Pimpinan Tertinggi Kiai): Melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), yang terdiri dari kiai sepuh, ditetapkan KH Ahmad Washil Hasyim sebagai Rais Syuriyah PCNU Sumenep.
Ketua Tanfidziyah (Pimpinan Pelaksana): KH Md Widadi Rahim terpilih sebagai Ketua PCNU Sumenep setelah mengantongi suara terbanyak (12 suara dari total 24 suara sah MWCNU).
Proses Konfercab yang ditutup dengan pembentukan Tim Formatur ini menunjukkan komitmen NU Sumenep untuk mengokohkan kembali khittah NU dengan menempatkan ulama di posisi tertinggi, sekaligus memilih kader tanfidziyah yang visioner untuk menjalankan program organisasi lima tahun mendatang.***





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)