Mengokohkan Khittah: KH Abdul Matin Jawahir Tegaskan Kepemimpinan NU Wajib Berada di Tangan Ulama

Terbit: 15 Desember 2025 | 16:23 WIB

SUMENEP – Forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama (NU) tingkat cabang kembali menegaskan khittah (garis perjuangan) dan jati diri organisasi. Dalam suasana khidmat Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, pesan fundamental mengenai kepemimpinan NU menggema kuat dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Jawahir.

KH Abdul Matin Jawahir secara lugas menyampaikan inti ajaran yang bersumber dari tradisi salafush shalih (pendahulu yang saleh) NU: Kepemimpinan Struktural NU harus dipegang oleh kalangan Ulama dan Kiai.

Prinsip Usidal Amru: Kiai sebagai Pemandu Spiritualitas dan Organisasi

KH Abdul Matin Jawahir mendasarkan argumentasinya pada dua pilar utama Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah (organisasi keagamaan):

  1. NU didirikan oleh para Ulama (muassis).

  2. Kepemimpinan (syuriyah dan tanfidziyah) idealnya berada di tangan para ulama yang memiliki sanad keilmuan dan legitimasi spiritual.

Beliau bahkan secara tegas memberikan posisi bagi kalangan non-ulama, betapapun kayanya mereka, yakni di jabatan pendukung seperti Bendahara.

“Garis bawah, Nahdlatul Ulama adalah jam’iyah didirikan oleh para Ulama, dua: Nahdlatul Ulama adalah jam’iyah yang pimpinannya adalah para ulama. Jadi mohon maaf yang tidak kiai yang tidak ulama walaupun kaya Bendahara saja,” tegasnya.

Pernyataan ini berlandaskan pada prinsip keagamaan, yaitu “Usidal Amru Fi Amrihi” atau “serahkan urusan kepada ahlinya.”

KH Abdul Matin Jawahir lantas mengingatkan konsekuensi fatal jika prinsip ini diabaikan:

Idza wussidal amru ila ghairi ahlihi fantadziri sa’ah (jika suatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya),” imbuh Kiai Matin, disambut sorak dan tepuk tangan meriah dari peserta Konfercab.

Pesan ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan dalam jam’iyyah NU, yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), memerlukan kedalaman ilmu agama dan khidmah (pengabdian) yang otentik, tidak semata berorientasi pada modal finansial atau politik.

Hasil Konfercab: Memilih Kiai dan Kader Terbaik

Setelah melalui musyawarah AHWA dan Sidang Pleno IV, Konfercab NU Sumenep menetapkan KH Ahmad Washil Hasyim (Rais Syuriyah) dan KH Md Widadi Rahim (Ketua Tanfidziyah) untuk memimpin PCNU Sumenep masa khidmat 2025-2030, mengukuhkan khittah ulama. Ist@maduraexpose.

Konfercab NU Sumenep 2025 yang berlangsung di Pondok Pesantren Annuqayah Latee pada Ahad, 7 Desember 2025, mengusung tema “Satu Fikrah, Satu Harakah”. Forum tertinggi ini diikuti oleh ribuan pengurus dan kader, dengan perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWCNU) sebagai pemilik hak suara.

Konfercab ini berhasil melahirkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2025-2030, yang sejalan dengan penekanan KH Abdul Matin Jawahir:

  1. Rais Syuriyah (Pimpinan Tertinggi Kiai): Melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), yang terdiri dari kiai sepuh, ditetapkan KH Ahmad Washil Hasyim sebagai Rais Syuriyah PCNU Sumenep.

  2. Ketua Tanfidziyah (Pimpinan Pelaksana): KH Md Widadi Rahim terpilih sebagai Ketua PCNU Sumenep setelah mengantongi suara terbanyak (12 suara dari total 24 suara sah MWCNU).

Proses Konfercab yang ditutup dengan pembentukan Tim Formatur ini menunjukkan komitmen NU Sumenep untuk mengokohkan kembali khittah NU dengan menempatkan ulama di posisi tertinggi, sekaligus memilih kader tanfidziyah yang visioner untuk menjalankan program organisasi lima tahun mendatang.***

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *