MADURAEXPOSE.COM– Selasa 10-10-17 wib sekitar pukul 09.30 wib terjadi distribusi beras bersubsidi yang berasal dari Provinsi Jawatimur sekira jam 08:30 (Wib)

Menurut keterangan warga, penurunan beras bersubsidi untuk desa Guluk-guluk tersebut diduga hensaj digelapkan oleh oknum kecamatan berinisial ES.

Dugaan tersebut menguat saat warga mengetahui ada bantuan beras bersubsidi di turunkan di Balai Desa.

“Saat ada pihak kecamatan (oknum ES) meminta supaya beras tidak di taruh di kecamatan,”ungkap salah satu warga sembari meminta ideidentitasnya dirahasiakan.

Sementara Sutrisno Camat Guluk-Guluk mengatakan agar beras bersubsidi itu ditaruh di Balai Desa.

“Sebaiknya (beras bersubsidi) itu di taruh di balai Desa, lebih tepatnya”,terang Camat Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Selasa, 10 Oktober 2017.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Informasi yang dihimpun MaduraExpose. Com menyebutlan, kalau beras tersebut kuotanya 10 kg per orang dengan uang tebusan sekitar Rp.16.000 per sak.

“Total bantuan 908 sak untuk warga miskin”, imbuhnya.

Ditempat terpisah, H. Afif sesepuh aparatur Desa Guluk-Guluk mengatakan tidak dilibatkan.

“Saya tidak di libatkan apa-apa sebelumnya main grusu-grusu”,ucapnya singkat.

Pihaknya menambahkan, tak hanya pendistribusian beras bersubsdidi, bahkan dalam proses perencanaan dan hal lainnya juga tidak pernah dilibatkan.

“Segala macam, saya tidak pernah di libatkan”,pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, kepastian mengenai kriteria penerima manfaat beras beraubsidi juga tak jelas.

(4j1/fer)