Mempelai Wanita di Pasuruan Meninggal, Jam Akad Nikah Jadi Waktu Pemakaman

Terbit: 27 Maret 2021 | 19:41 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Maduraexpose.com– – Mempelai wanita di Pasuruan meninggal sebelum melangsungkan akad nikah. Suasana bahagia berubah menjadi duka.

Kisah pilu ini tersebar di media sosial lewat video yang diberi teks ‘Pelaminan Berujung Keranda’. Dalam video berdurasi 20 detik yang didapat detikcom, tampak orang-orang menggotong keranda melintasi warga yang rata-rata memakai sarung dan kopiah. Keranda berkain hijau itu digotong dari tenda pernikahan menuju ke pemakaman.

Kemudian, seorang pria berkemeja putih dengan kopiah hitam tampak larut dalam kesedihan. Beberapa orang menenangkan pria yang merupakan mempelai pria itu.

Peristiwa dalam video itu terjadi di Dusun Silorentek Barat, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/3/2021) malam. Mempelai wanita yang meninggal bernama Umi Salama. Sedangkan mempelai pria bernama Muhammad Fadil, pria asal Jember.

Saat mendatangi rumah duka, seorang perempuan paruh baya menyambut detikcom. Perempuan itu mengaku bibi almarhumah Salama.

“Itu rencana akad nikah Kamis malam Jumat, habis isya. Tapi keponakan saya meninggal sore,” kata bibi almarhumah, Sabtu (27/3/2021).

Di rumah duka tampak beberapa perempuan menyiapkan masakan untuk tahlilan almarhumah. Beberapa jajajan yang sedianya untuk pernikahan juga masih ada.

“Tolong ya, saya nggak bisa bicara banyak. Saya khawatir orang tuanya (almarhumah) nggak berkenan. Di dalam, masih berduka,” kata perempuan yang tak menyebut nama.

Ketua RT 5/RW 1 Desa Karanganyar, Nurul Huda mengatakan, Salama diperkirakan berusia 23 tahun. Ia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Kedua adiknya laki-laki.

“Selama ini almarhumah menuntut ilmu di pesantren. Jarang di rumah,” kata Nurul.

Menurut Nurul, Salama meninggal sekitar pukul 16.00 WIB, sementara rencana akadnya pukul 19.00 WIB. Jenazah dimakamkan pada jam yang sedianya untuk melangsungkan akad nikah.

“Calon suami dan keluarganya tiba, beberapa saat dimakamkan. Semuanya menangis,” pungkasnya.(dtk)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *