Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Jakarta – Proses mediasi antara PBB dan KPU terkait pendaftaran bacaleg tidak mendapatkan titik temu. PBB mengatakan akan melaporkan KPU ke Bareskrim terkait mediasi tersebut.

“Laporan di Bareskrim karena menganggap ada perlakuan tidak adil yang diperlakukan oleh KPU,” kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, usai melakukan mediasi di Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).

Yusril menyatakan nantinya ada ketua partai lain yang bersedia menjadi saksi dalam persidangan. Menurutnya ketua partai lain ini juga mengalami kekurangan pada saat pendaftaran Bacaleg, namun partai tersebut dapat lolos dalam pendaftaran.

“Ada Ketua Partai lain dan ada Sekjen Partai lain yang bersedia bersaksi bahwa mereka juga melakukan kekurangan, terlambat, bahkan jauh lebih parah dari pada apa yang dialami PBB,” kata Yusril.

“Tapi partai lain lolos-lolos saja, kami ini selalu diganjal. Kok takut betul sih sama PBB, benci betul KPU sama PBB. Apa salah kami sama KPU,” sambungnya.

Menurutnya, laporan di Bareskrim ini akan diajukan karena adanya diskriminatif yang lakukan KPU. Selain itu ia juga mengatakan laporan ini dilakukan agar KPU tidak sembarangan bekerja.

“Karena ada perlakuan diskriminatif ada kecurangan seperti itu terpaksa kami harus laporkan polisi, tindak KPU itu jangan sembarangan bekerja, seenaknya,” tutur Yusril.

Sebelumnya, KPU mengatakan tak memverifikasi berkas sejumlah bacaleg PBB. Alasannya, PBB telat mendaftarkan para bacalegnya itu.

PBB mendaftarkan 415 bacaleg untuk 80 dapil. Namun, hanya 56 dapil yang dilanjutkan ke tahap penelitian karena terlambat mendaftar.

(rna/rna/dtk)

HotNews:  Mahfud MD Dinilai Sudah Berulangkali Membuat Gaduh