Maulid Nabi, Harga Telur Pecah Rp30 Ribu per Kg

Terbit: 15 September 2025 | 17:53 WIB

MaduraExpose.com– Memasuki peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami kenaikan yang signifikan.

 

Berdasarkan pantauan pada Senin (15/9/2025), harga telur tembus Rp30.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp26.000.

Kenaikan harga ini terjadi secara merata di beberapa pasar besar, termasuk Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal. Menurut para pedagang, lonjakan harga ini disebabkan oleh dua faktor utama:


 

1. Peningkatan Permintaan

 

Faktor utama kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Maulid. Banyak warga membeli telur dalam jumlah besar untuk membuat berbagai hidangan dalam acara keagamaan, yang secara otomatis memicu kenaikan harga.

 

2. Penurunan Pasokan

 

Selain tingginya permintaan, beberapa pedagang juga menyebutkan adanya penurunan pasokan dari distributor. Stok yang berkurang dari agen diduga karena produksi di peternakan juga sedang menurun. Kondisi ini menciptakan situasi di mana ketersediaan barang sedikit, sementara permintaan tinggi, sehingga harga terus naik.

Kenaikan harga telur ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner rumahan dan ibu rumah tangga, karena berdampak langsung pada biaya produksi dan kebutuhan harian mereka.

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *