Mau Dimakamkan, Bayi Berusia 7 Bulan Hidup Lagi

Terbit: 13 Agustus 2018 | 04:11 WIB

Ivis Montoya, seorang ibu di Honduras, tak kepalang kaget saat menyaksikan putrinya yang berusia 7 bulan kembali bernafas saat misa pemakaman. Bayinya itu sebelumnya divonis telah meninggal dunia.

Cerita unik itu, seperti diberitakan Dailymail, Sabtu (11/8/2018), terjadi saat misa pemakaman di Gereja San pedro Sula. Sang bayi bernama Keilin Johanna Ortiz Montoya sudah dinyatakan meninggal dunia pada 6 Agustus 2018.

Keilin dinyatakan tewas setelah dirawat di Rumah Sakit Riva Villneva pada 3 Agustus karena kejang, diare, dehidrasi akut, serta kulitnya melepuh.

Setelah tiga hari dirawat, persisnya tanggal 6 Agustus, Keillin dinyatakan meninggal dunia dan pihak RS menerbitkan surat kematian.

Selanjutnya, Ivis membawa jenazah putrinya ke gereja untuk mendapatkan misa terakhir sebelum dimakamkan.

Saat di gereja, Ivis meletakkan jenazah Keillin di kursi, karena tak memunyai uang untuk membeli peti mati.

Tapi, ketika itulah Ivin merasakan sang putri masih bernapas. Karena yakin putrinya masih hidup, ia membawa Keillin ke klinik setempat. Para dokter yang merawat menyatakan Keillin masih hidup.

”Kami masih menyelidiki apakah ini adalah kasus malapraktik atau bukan. Kami tak mau mengeluarkan komentar apa pun saat ini, karena terlalu dini,” kata Elba Campos, Kepala Departemen Pediatrik RS yang merawat Keillin.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

    Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

    Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

    Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *