Marak Pilkades Ricuh, Camat Nunggunong Curhat Lewat Facebook

0
410

Sumenep, Maduraexpose.com-Maraknya kericuhan di beberapa pelaksanaan Pilkades serentak tahap pertama,membuat banyak kalangan mengaku resah dan berharap kekacauan seperti yang terjadi di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih dan Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi dan Desa Gadu Barat (beberapa hari sebelum pencoblosan) Kecamatan Ganding Sumenep beberapa waktu lalu.

Rupanya, kekhawatiran yang sama dirasakan oleh Camat Nunggunong Mohammad Rais Yusuf yang tengah menghadapi pelaksanaan Pilkades serentak.

Bahkan melalui akun facebook pribadinya, Camat Rais meluapkan kecemasannya saat Apel Serpas.


“Apel Serpas (Penggeseran Pasukan) PAM Pilkades Serentak Kecamatan Nonggunong 2019. Bismillahi tawakkaltu alallah laa haula walaa quwwata illa billah. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammad.

Semoga lancar, sukses dan tanpa kendala,” tulis Rais melalui akun facebooknya, Selasa, 12 November 2019.

Untuk diketahui, pengamanan Pilkades serentak di sejumlah kepulauan memang mendapat atensi khusus dari pihak aparat kepolisian. Bahkan, pihal Polres Sumenep telah mengerahkan sebanyak 720 personel untuk pengamanan pelaksanaan Pilkades di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.

“Jumlah tersebut termasuk dari Brimob sebanyak 60 orang,” demikian keterangan Pers melalui Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, pada Senin (11/11/2019) lalu.


Ia menjelaskan, ada 17 personel yang telah diberangkatkan lebih awal ke Pulau Masalembu yakni Sabtu (09/110/2019), karena harus menyesuaikan dengan jadwal kapal.

“Sedangkan personel pengamanan ke Kecamatan Gayam dan Nonggunong Pulau Sepudi serta Kecamatan Raasakan digeser Selasa. Untuk Pulau Giligenting akan digeser Rabu,” paparnya.

Widiarti menjelaskan, jumlah personel yang disiagakan di tiap desa dan kecamatan disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing.

“ Terbanyak Personel pengamanan di Kecamatan Gayam yang berjumlah 159 personel. Gayam menjadi atensi kami karena ada desa yang tengah digugat ke PTUN. Kami menilai tingkat kerawanan lebih tinggi” tutup Widiarti.*(dbs)

Editor:Ferry Arbania