Mantan Anak Buah Cak Imin di Sumenep, Tanggapi Perseteruan Ketum PKB Versus Ketum PBNU

Terbit: 13 Mei 2022 | 15:23 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Perseteruan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf justru mendapat tanggapan banyak kalangan, termasuk dari dari salah satu mantan ‘anak buah’ Cak Imin, Kiai Hazmi Latee,putra salah satu ualam besar Madura yang juga deklarator PKB KH.Ahmad Basyir,AS.

K.Hazmi menyebut dirinya mantan anak buah Muhaimin Iskandar di PKB, justru memilik pandangan berbeda dari sejumlah tokoh pengamat.

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk ini menilai, sosok Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau biasa dipanggil Cak Imin itu dikenal sosok yang cerdas dan motivasi dalam membesarkan partai besutan Gusdur tersebut.

“Saya adalah mantan anak buah cak imin di PKB dan dulu di PMII Jogja.
Cak imin orang yang cerdas, punya motivasi untuk maju dan berkembang.

Dalan konteks kepemimpinan di PKB, cak imin juga bisa dibilang sukses membawa PKB menjadi salah satu partai yang diperhitungkan dalam panggung politik nasional,” ujar Kiai Hazmi dalam keterangan yang diterima Maduraexpose.com, Jumat 13 Mei 2022.

Saudara kandung dari Prof.Dr KH.A’la Basyir ini melihat sepak terjang Cak Imin sejauh ini mengundang kontroversi dikalangan PKB secara universal.

“Terkait sepak terjangnya, karena posisinya adalah jabatan politis, maka suara yang kontra tentu akan sama nyaringnya dengan yang pro,” tegasnya.

Kiai M.Hazmi Latee melihat ada dua sandungan terkait hubungan Cak Imin dengan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang belakangan terus memanas.

“Hingga saat ini, ada dua hal yang bisa dikatakan menjadi sandungan bagi dia pertama, citra di sebagian kalangan ,khususnya gus durian sebagai orang yang melawan gus dur. Kedua, Citra (Cak Imin) sebagai Ketum PKB yang terlalu lama memimpin partai dan seolah tak ingin lengser,” imbuh mantan Aktivis PMII Jogjakarta ini.

Pihaknya melihat kegaduhan politik antara Cak Imin dengan Ketum PBNU tersebut dari suguhan isu yang terus dihembuskan melalui media.

“Maka ditambah dengan kegaduhan isu bahwa dia berseberangan dengan ketua PBNU, jadi makin lengkaplah tantangan dia dan PKB ke depan,”ujarnya lagi menganalisa.

Kendati demikian, Kiai Hazmi berharap agar Ketum PKB lebih peka membaca situasi.

“Saya berharap cak imin mau menggunakan insting politiknya untuk membaca momentum politik dirinya,” pungkasnya. (Ferry Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *