Mandat Tertinggi di Annuqayah: KH. Ahmad Washil Hasyim Terpilih Sebagai Rais Syuriah PCNU Sumenep 2025–2030

Terbit: 8 Desember 2025 | 04:39 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com– Tonggak kepemimpinan spiritual dan keilmuan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep telah resmi diserahkan. Melalui mekanisme luhur Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), KH. Ahmad Washil Hasyim ditetapkan sebagai Rais Syuriah PCNU Sumenep untuk masa khidmat 2025–2030.

Penetapan ini merupakan salah satu agenda krusial dalam Sidang Pleno IV Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep yang dipusatkan di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, pada Ahad (07/12/2025). Konfercab ini sendiri mengusung tema agung ‘Satu Fikrah, Satu Harakah’.

Mekanisme AHWA: Memilih dengan Kebijaksanaan Ulama Sepuh

Pemilihan Rais Syuriah—jabatan tertinggi yang mewakili para ulama dan masyayikh—dilakukan melalui mekanisme AHWA, sebuah sistem yang mengedepankan kebijaksanaan (hikmah) dan integritas keilmuan, alih-alih voting terbuka.

Anggota AHWA dipilih oleh perwakilan 24 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang memiliki hak suara. Setiap MWCNU mengusulkan 5 nama ulama sepuh yang dinilai paling mutafaqqih fiddin (mendalami ilmu agama) dan istiqamah dalam ber-khidmat di Nahdlatul Ulama.

Lima Kiai yang menerima usulan terbanyak, dan kemudian ditetapkan sebagai Anggota AHWA adalah:

Anggota AHWA TerpilihJumlah Usulan MWCNU
KH Hafidzi Sarbini23
KH Abd A’la Basyir20
KH Abdullah Kholil16
KH Aminuddin Jazuli8
KH Pandji Taufiq7

Musyawarah Masyayikh Menetapkan Rais

Setelah terbentuk, kelima anggota AHWA tersebut melakukan musyawarah internal secara tertutup. Musyawarah para ulama ini bertujuan untuk menunjuk satu sosok yang paling maqbul (diterima) dan cakap untuk mengemban amanah sebagai Rais Syuriah.

KH Hafidzi Sarbini, yang bertindak sebagai juru bicara anggota AHWA, menyampaikan hasil akhir musyawarah tersebut dalam Sidang Pleno IV.

“Yang disepakati sebagai Rais PCNU Sumenep ialah KH Ahmad Washil Hasyim,” ujarnya, mengumumkan hasil keputusan kolektif para ulama sepuh.

KH. Ahmad Washil Hasyim sendiri, yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding, menyatakan kesediaan penuh saat dimintai konfirmasi di arena Konfercab.

“Saya santrinya Kiai A’la, Kiai Basyir (Annuqayah) dan saya santri Lirboyo. Santri Lirboyo jika diberi tugas di NU tidak diperbolehkan mundur (oleh Kiai Lirboyo),” ujar KH Ahmad Washil Hasyim dalam bahasa Madura.

Terpilihnya KH. Ahmad Washil Hasyim memastikan bahwa kepemimpinan Syuriah PCNU Sumenep akan berada di tangan dzul ilmi (pemilik ilmu) yang memiliki kedalaman spiritual dan tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah, siap membimbing harakah Tanfidziyah selama lima tahun ke depan.

Sebagai informasi, Konfercab NU Sumenep, yang diikuti ribuan pengurus dari MWCNU (peserta) dan Ranting NU (peninjau), akan dilanjutkan dengan pemilihan dan penetapan Ketua PCNU Sumenep masa khidmat 2025–2030.

Tonton Videonya disini

[ash/gim/fer]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *