MADURA EXPOSE, MALANG–Kota Malang secara geografis mirip dengan Yogyakarta yang dikelilingi oleh sumber-sumber peninggalan sejarah dan seni budaya adiluhung sehingga kota Dingin Malang ini juga menyandang sebagai Kota Pariwisata.

Sumber daya pariwisata alam dan peninggalan seni budaya kota Malang justru berada di kota Batu dan Kabupatenn Malang, sehingga kota Malang selama ini lebih banyak menjadi kota transit wisata.

Paslon Sae

Calon Walikota Malang Sutiaji dari paslon Nomor 3 menegaskan, pengembangan pariwisata kota Malang akan diarahkan pada tiga aspek utama yaitu wisata pendidikan, wisata pemerintahan dan wisata budaya. Dari ketiganya, wisata budaya sangat penting dilakukan untuk mewujudkan kota Malang Sae, yaitu kota Malang yang berkarakter, indah, aman, asyik, menawan, dan religius.

Penegasan ini dikemukakan Sutiaji dalam berbagai dialog dengan para tokoh masyarakat dan warga di Bunulrejo, Arjosari, dan Gadang, mengingat posisi strategis kota Malang diapit oleh Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Pasuruan yang banyak menyimpan objek wisata.

“Kami akan menata perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk membuat kampung sebagai display produk seni dan budaya kota Malang, seperti produk kuliner, cenderamata, termasuk penggunaan bahasa Malangan untuk menjadikan Malang sebagai kota tujuan wisata, bukan hanya kota transit”, ujar Sutiaji.  

Untuk mewujudkan wisata budaya ini Sutiaji berkomitmen mengedukasi warga kota Malang agar lebih ramah dan santun dalam bersikap berbahasa, sehingga para wisatawan makin betah tinggal di Malang sebagaimana halnya mereka tinggal di Yogyakarta, Bali, atau Nusa Tenggara Barat.

Apabila dipercaya menjadi Walikota Malang, paslon SAE ini juga bermaksud menggandeng agen-agen perjalanan dan para konsultan multimedia untuk lebih gencar mempromosikan pariwisata kota Malang yang Sae.

“Kami akan mengusung tagline Halal, Aman dan Sehat yang menunjukkan komitmen bahwa objek wisata kota Malang itu sae, baik itu berupa kuliner, hotel, tempat hiburan, dan tempat-tempat pertemuan, konvensi maupun ruang eksibisi seniman pertunjukan yang benar-benar edukatif, atraktif dan dapat diandalkan”, tambah Sutiaji.       

Penataan dan pengelolaan pariwisata memang menjadi tugas dan tanggungjawab bersama pemerintah dan warga kota Malang, sehingga edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan pariwisata yang Halal, Aman dan Sehat  perlu digencarkan untuk membangun kesadaran bersama.

Pengembangkan pariwisata dengan karakter Malang yang solid, bersahabat dan terbuka dengan bahasa Malangan yang khas tetap akan dipertahankan, sehingga setiap wisatawan akan pulang dengan membawa kesan tersendiri tentang budaya kota Malang.  

“Untuk memimpin Kota Malang pada zaman NOW memang diperlukan sosok yang peduli, amanah, responsif dan terbuka menerima masukan dari warga dan pendatang yang juga peduli dengan eksistensi kota Malang”, tegas Sutiaji sebelum mengakhiri kunjungannya di Kecamatan Kedungkandang.

(red)