Dari kiri: Edi Junaidy, Ketua LSM PPB dan Arief Rusdy, Kepala Dinas Peternakan Sumenep (MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Program bantuan sapi yang dikucurkan pemerintah pusat pada anggaran 2014 melalui Dinas Peternakan Kabupaten mendapat sorotan dari Edy Junaidi, Ketua LSM Penegak Pilar Bangsa (PPB) karena realisasi yang dilakukan ke sejumlah kelompok tani ternak disinyalir sarat dengan penyimpangan seperti dugaan kelompok penerima fiktif.

Menurut Edy, sebelumnya, kasus ini sempat ditangani salah satu aktivis LSM berinisial S, namun akivis tersebut diduga ‘masuk’ angin hingga kasus tersebut nyaris tenggelam dan hingga saat ini belum dilaporkan kepihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Dirinya mengaku tingkah oknum LSM itu patut disayangkan, karena dinilai tidak konsisten dalam mendampingi kepentingan masyarakat.

“Saya juga menerima laporan dari beberapa tokoh di Desa Sentol Kecamatan Pragaan dan Desa Banaresep, Kecamatan Lenteng, mengenai adanya dugaan kelompok tani fiktif penerima bantuan sapi melalui Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep”, ujar Edy Junaidi, Ketua LSM PPB Sumenep, Sabtu (11/4/2015).

Edy menegaskan, hingga detik ini, pihaknya telah menugaskan sejumlah anggotanya untuk terus mengumpulkan bukti pendukung, terkait adanya kelompok tani ternak fiktif yang telah ‘menggarong’ bantuan pemerintah sebesar Rp 200 juta lebih per kelompok tersebut. Dirinya berjanji, dalam waktu dekat, akan melaporkan hasil temuan tim investigasi dilapangan tersebut ke ranah hukum.

Aktivis LSM yang pernah heboh melakukan demo tunggal tentang dana CSR migas beberapa waktu lalu itu menambahkan, dari hasil penelusuran dilapangan, pelaksanaan bantuan sapi itu sarat kejanggalan. Salah satunya tentang nama kelompok tani ternak dan jumlah penerima bantuan yang tidak jelas.

” Pengalokasian dana bantuan berikut jumlah sapi dan penerima serba tidak jelas. Dirinya juga menduga, pembentukan kelompok tani ternak di dua desa itu sarat kejanggalan dan perlu diungkap ke akar-akarnya. Kami masih menunggu iktikad baik dari Kepala Dinas Peternakan Sumenep untuk menunjukkan data sebenarnya apakah benar terjadi pengalokasian bantuan terhadap kelompok fiktif atau tidak”. imbuhnya.

Tak hanya itu, Edy juga menduga adanya beberapa oknum LSM dan media, yang ikut andil dalam mengkaburkan realisasi bantuan ternak sapi ini. Hal itu diakuinya berdasarkan sejumlah pemberitaan yang sangat terbatas dan bahkan nyaris tidak akurat.

“Ada oknum LSM yang diduga kuat ikut bermain dengan oknum di Dinas Peternakan Sumenep dalam program bantuan sapi ini. Saya baca disejumlah pemberitaan juga terkesan bias tafsir. Untuk itu, kami akan mengawal masalah ini sampai tuntas dan berharap MaduraExpose.com ikut mengawal secara fair”, pungkas Edy Junaidi kepada MaduraExpose.com, Sabtu.

Sementara Arif Rusdy, Kepala Dinas Peternakan Sumenep dikonfirmasi MaduraExpose.com sebelumnya menampik tudingan adanya kelompok tani ternak fiktif di Desa Banaresep, Kecamatan Lenteng dan Desa Sentol Kecamatan Pragaan.

“Semua diisukan bermasalah (fitnah) tapi kenyataannya tidak satupun bermasalah. Bisa datangi langsung kelompoknya. Sudah dilakukan evaluasi bersama-sama wartawan dan lsm dan hasilnya sudah diexpose”, terang Rusdi.

Kendati demikian, Rusdy enggan menjelaskan wartawan dan LSM yang mana yang telah ikut membantu Dinas Peternakan Sumenep dalam melakukan evaluasi tentang benar tidaknya tentang dugaan kelompok tani ternak fiktif tersebut.

Sementara Suyono, Sekjen dari LSM Kontra’SM mengaku tidak percaya sepenuhnya, terhadap pengakuan Kepala Dinas Peternakan Sumenep tersebut.  Pihaknya menduga, wartawan dan LSM yang disebut ikut melakukan evaluasi tersebut bisa jadi segelintir oknum yang telah ‘menggadaikan’ profesinya untuk menutup-nutupi dugaan penyimpangan yang dikeluhkan banyak kalangan.

“Pada saatnya nanti, kami akan beberkan semua hasil temuan kami dilapangan. Kita sudah mengumpulkan data-data dan keterangan warga. Dan pekan depan, kami akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk melengkapi surat laporan yang akan kami sampaikan ke pihak penegak hukum”, ancam Suyono sembari menyatakan dukungannya terhadap langkah ketua LSM PPB Sumenep, Madura, Jawa Timur.
(Fer/Mex)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM