JAKARTA–Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bersyukur dan tidak kufur nikmat atas pertumbuhan ekonomi nasional meski tidak mencapai target. Pernyataan Jokowi ini mendapat kritik dari berbagai pihak.

Anggota DPR RI Komisi XI, Hidayatullah turut mengkritik pernyataan Jokowi tersebut. Menurut dia, menumbuhkan ekonomi dan mensejahterakan rakyat merupakan tugas dari pemerintah.

“Bersyukur itu sudah kewajiban kita setiap hari, jadi tidak perlu diajari lagi oleh pemerintah. Tugas pemerintah adalah menumbuhkan ekonomi secara berkualitas dan mensejahterakan rakyat,” ungkap Hidayatullah seperti dikutip dari laman Fraksi PKS, Senin (10/2/2020).

Diungkapkan Hidayatullah, Pemerintah Jokowi sudah berjanji kemudian merangkumnya dalam target RPJMN 2015 – 2019. Target pertumbuhan ekonomi, target kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka belum memenuhi target RPJMN tersebut. Jika kemudian banyak target tidak tercapai maka rakyat wajar mempertanyakan.

“Bukan malah sebaliknya pemerintah yang mempertanyakan rasa syukur rakyatnya sendiri. Ini kan menjadi terbalik. Pemerintah harus bangkitkan ekonomi yang stagnan ini,” ungkap Hidayatullah.

Dengan situasi ekonomi global yang kurang stabil saat ini, Anggota Fraksi PKS ini menyerukan agar pemerintah bekerja lebih keras dan fokus.

“Pemerintah harus kreatif dan berorientasi pada kepentingan rakyat banyak. Jangan situasi global selalu dijadikan alibi kegagalan mencapai target. Karena situasi ekonomi global sejak dahulu pun kita sudah biasa menghadapinya. Sebenarnya pemerintah ini sanggup apa nggak sih? ” ujar Hidayatullah.* [Syf/V-Is)