LBH Sumenep: Ada Apa Dengan Hambali dan BK DPRD Sumenep?

0
308
Herman Wahyudi,SH

Sumenep (Maduraexpose.com)–
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Rakyat Pembela Keadilan dan Orang-Orang Tertindas (FORpKOT) menilai pertemuan Badan Kehormatan DPRD Sumenep dengan Hambali yang mengaku Koresponden Kempalan.com tidak subtantif.

Pernyataan itu disampaikan LBH FORpKOT menyikapi adanya pertemuan klarifikasi diruang BK DPRD Sumenep pada Senin siang, 20 September 2021.

“Mengecek ke redaksi media soal legalitas wartawan adalah tidak substantif, tidak masuk pokok persoalan, yaitu dugaan pelanggaran etik anggota,” demikian Herman Wahyudi, Fungsionaris LBH FORpKOT kepada media ini, Senin malam.

Pria yang baru mebekuni profesi Advokat ini menilai, pertemuan itu diyakininya tak akan banyak membantu BK dalam menuntaskan persoalan yang ada,yakni dugaan video mesum mirip anggota dewan.

“Seharuanya BK mencari kebenaran akan vedio itu, bukan mempersoalkan legalitas penulis berita,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua BK DPRD Sumenep Kiai Samioedin membenarkan adanya pemanggilan terhadap Hambali Koresponden Kempalan.com terkait tulisannya di media tersebut soal “nonton bareng” video mesum mirip anggota dewan bersama sejumlah orang belum lama ini.

“Ya benar tadi siang sekitar jam 12.00 WIB di ruangan BK,” ujar Ketua BK DPRD Sumenep, Kiai Samioedin melalui ponsel pribadinya, Senin malam 20 September 2021.

Ketua BK awalnya mengaku heran karena yang “nongol” di ruang BK justru Hambali yang selama ini dikenal ada di media lain.

Untuk diketahui, selain memanggil koresponden media kempalan, Ketua BK berencana akan melakukan pengecekan langsung ke Kantor media tersebut untuk memastikan apakah koresponden Sumenep memang benar adanya.

“Karena yang kami tahu Hambali itu dulu dari media yang lain. Apakah boleh satu orang banyak media,” imbuhnya dengan nada bertanya.

Disinggung lambannya BK dalam pengungkapan kasus dugaan video mesum mirip anggota dewan tersebut, politisi PKB ini meminta masyarakat menunggu.

HotNews:  Skadik 302 Tutup 2 Pendidikan Sejurla

“Silahkan menunggu,” tandasnya.

Editor: Ferry Arbania