Larangan Mudik, Puluhan Penumpang Bus Tujuan Madura Terlantar di Suramadu

0
207

Maduraexpose.com–Puluhan penumpang bus tujuan Madura harus gigit jari di Pos Penyekatan Suramadu. Mereka terlantar, lantaran bus yang mereka tumpangi tidak diizinkan aparat kepolisian lewat ke Bangkalan melalui Jembatan Suramadu.

Pantauan detikcom di lokasi Pos Penyekatan Suramadu sejak pukul 00.10 WIB-02.30 WIB, terhitung ada sekitar 10 bus yang harus putar balik. Mayoritas, bus tersebut berasal dari perjalanan Jakarta dengan tujuan akhir Sumenep.

Karena tidak bisa lanjut ke Madura, penumpang bus tercecer di pinggir jalan arah Suramadu. Para penumpang bingung akan nasib mereka, tidak bisa mudik 2021 ke Madura.

Pihak bus sendiri masih menghubungi agen transportasi mereka yang terdekat dari lokasi untuk memberi kejelasan kepada penumpang soal larangan mudik.

Salah satu penumpang, Zaydi mengatakan, dirinya hendak pulang kampung ke Sampang. Ia mengeluh, keberangkatan bus yang molor, menyebabkan dirinya tidak bisa lewat Jembatan Suramadu dan terlantar.

“Seharusnya bus berangkat jam 08.00 WIB dari Jakarta tadi. Entah karena molor, berangkatnya jam 10.00 WIB. Saya sudah feeling gak nutut ini, pasti kena penyekatan,” ujarnya.

Ia mengakui, hendak pulang kampung ke Madura. Pasalnya, di Jakarta, kontrak kerjanya telah habis. “Sudah gak ada borongan, kerjanya udah selesai, ya pulang kampung. Ini bukan mudik,” sesalnya.

Rachmawati, penumpang Bus Gunung Harta dari Bogor mengaku tidak tahu bila ada penyekatan mudik 2021 di Jawa Timur khususnya di Suramadu.

“Yang tahu hanya mudik dilarang. Berlebihan juga kalau sampai penumpang terlantar gini. Ini kita lagi capek-capeknya, malah gak jelas mau pulang,” ujar wanita asal Sumenep tersebut.

Pantauan detikcom di lokasi Pos Penyekatan Suramadu, puluhan kendaraan roda empat mulai dari mobil, pikap, truk hingga bus harus putar balik. Dikarenakan, mereka tidak memiliki surat izin, surat kesehatan bebas COVID-19, hingga menggunakan plat nomor palsu.

HotNews:  Menagih Janji Politik Wabup Sumenep Berkantor di Kepulauan

()