Lagi, Petugas Ronda Asal Pekamban Sumenep Dibunuh

0
711

MADURAEXPOSE.COM–Belum kering kematian Haji Umar Fadil (48), warga Desa Taman Sare, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang meninggal karena disiksa dengan cara mengikat tubuh korban kesalah satu pohon, lalu disiksa dan dicacah dengan senjata tajam hingga menghembuskan nafas terakhirnya di TKP pada Minggu (18/6/2017) dini hari.

Terbaru, seorang petugas ronda yang diketahui bernama Wahyu Andriyadi (25), warga Dusun Galis, Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang tewas tertusuk golok As’ad Riyadi (35), petugas ronda di Desa setempat, Minggu (18/6/2017).

Sebagaimana informasi yang dihimpun media di lapangan, peristiwa naas tersebut bermula saat As’ad Riyadi, yang sedang melaksanakan tugasnya sebagai petugas ronda, melihat orang yang mencurigakan di jalan raya Sumenep – Pamekasan.

Kemudian As’ad Riyadi mendatangi tempat tersebut sekitar pukul 00.30 Wib. Mengetahui yang ada di lokasi mencurigakan itu adalah Wahyu Andriyadi (korban), pelaku lalu kembali ke pos ronda.

Namun setelah pelaku mau pulang ke rumahnya, di tengah jalan ia dihentikan oleh Wahyu Andriyadi, (yang selanjutnya menjadi korban), tepatnya di jalan paving Dusun Talon, Desa Pakamban Laok.

Keduanya terlibat cek-cok mulut dan berakhir dengan perkelahian, menggunakan sejata tajam (sajam).

“Dalam perkelahian itu, As’ad Riyadi mengeluarkan golok dan menusuk perut korban,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Minggu (18/6/2017).
Akibatnya, Wahyu Andriyadi mengalami luka tusuk di perut bagian atas sebelah kanan dan meninggal dunia di Puskesmas Pragaan.

“Korban meninggal dunia di Puskesmas Pragaan,” imbuhnya.

Sementara As’ad Riyadi (Pelaku), hanya mengalami luka lebam pada kelopak mata sebelah kanan, yang diduga terkena bogem mentah korban.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, As’ad Riyadi, kami amankan di Mapolres Sumenep,” pungkasnya.

HotNews:  Babinsa Koramil Raas Giat Komsos Di Desa Guwa-Guwa

(MMO/DIN/FER)