KPK Pantau Kasus Korupsi Tersendat di Kejati Jatim

0
595
Ilustrasi

MADURA EXPOSE–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan untuk melakukan supervisi terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan dana hibah di Kadin Jatim 2011-2014 dengan tersangka Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti. Selain itu, KPK juga tengah menyoroti sejumlah kasus korupsi yang tersendat di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Tidak tertutup kemungkinan misalnya di dalam forum ada inisiatif untuk melakukan koordinasi dan supervisi kasus-kasus yang baru yang ditangani Kejati Jawa Timur,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjawab pertanyaan wartawan mengenai supervisi kasus tersebut di gedung KPK Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Kejati Jawa Timur menetapkan La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai tersangka perkara dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim dengan kerugian negara Rp5 miliar.

“Memang benar pada hari ini tim koordinasi dan supervisi KPK mendatangi Kejati Jatim, untuk melakukan gelar perkara sejumlah kasus tindak pidana korups yang ditangani Kejati Jatim dengan jumlah tim terdiri dari lima orang,” ujarnya.

Tapi Priharsa tidak menyampaikan kasus apa yang dilakukan supervisi dan koordinasi oleh KPK di Kejati Jatim.

“Secara garis besar, gelar perkara itu berkaitan dengan kasus- kasus yang sudah berulang tahun, dan kasus yang berkendala, misalnya tersangkanya masuk DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkap Priharsa.

Pertemuan perwakilan KPK dengan pimpinan Kejati Jawa Timur berlangsung selama tiga hari sejak hari Selasa. “Pertemuan berlangsung tiga hari sejak hari ini hingga dua hari kedepan, juga terbuka adanya gelar perkara lain, selain yang dijadwalkan sebelumnya. Setidaknya ada belasan kasus tapi saya tidak tahu detilnya,” jelas Priharsa.

Penetapan tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor Kep-11/0.5/Fd.1/03/2016 yang menyebutkan tersangka berinisial LN terkait dengan dugaan kasus korupsi dana hibah Kadin untuk pembelian saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim. Dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan dana hibah di Kadin Jatim 2011-2014 termasuk di dalamnya penggunaan dana untuk pembelian saham Bank Jatim pada 2012 adalah perkara lama yang telah disidik hingga diadili dengan terpidana dua pengurus Kadin Jatim, yaitu Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.

Terkait penetapannya sebagai tersangka, La Nyalla juga sudah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya.

(Safari/hanter)