Luki Nurhidayat bersama Wabup Sumenep Achmad Fauzi

MADURAEXPOSE.COM–Carut marut pengangkatan PNS hasil tes CPNS K2 (kategori dua) tahun 2013 masih terus bergulir bak bola liar yang sulit dikendalikan.

Pasalnya, Luki Nurhidayat yang sudah nota bene dinyatakan lulus tes CPNS dan telah mengantongi ceklist tanda terima berkas, hingga sampai detik ini belum mendapatkan kepastian dari pihak Pemkab Sumenep,terutama dari Kepala BKPSDM. Luki Nurhidayat lulus tes CPNS bersama ratusan peserta lainnya dan hasilnya sudah dipublikasikan melalui situs resmi Menpan.

Sementara Luki Nurhidayat,saat diwawancarai MaduraExpose.com ini kembali mengaku telah didholimi oleh pihak BKD/BKPP (sekarang BKPSDM) Sumenep.

“Untuk itu, kami mendesak Bupati Sumenep untuk mengambil sikap tegas dan mengevaluasi bawahannya yang diduga tidak beres dalam menuntaskan kisruh pengangkatan PNS hasil tes CPNS 2013, yang telah mengorbankan hak orang lain” ungkap Luki Nurhidayat.

Luki mengancam, jika Bupati Sumenep tidak bersikap adil dalam menyelesaikan adanya dugaan permainan hasil tes CPNS ini, dirinya akan menempuh upaya lain demi memperjuangkan kebenaran.

“Kalau Pak Bupati tidak mau membela rakyatnya yang didholimi, saya akan laporkan persoalan ini kepada Presiden Jokowi”‘ imbuhnya menambahkan.

“Saya juga akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi, biar semua tahu bahwa saya sudah didholimi, “pungkasnya.

Untuk diketahui, Luki Nurhidayat dinyatakan lulus tes CPNS melalui panselnas 2013 dan sudah dirilis dalam daftar tenaga honorer Kategori II yang dinyatakan lulus seleksi CPNS tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Sumenep dan sudah diumumkan melalui situs resmi http://cpns.menpan.go.id
Nomor urut 82 atas nama Luki nurhidayat.

Hingga berita ini diunggah belum ada konfirmasi apapun dari pihak Bupati Sumenep. Luki bersama sejumlah simpatisan, berencana melakukan aksi ke Kantor Bupati Sumenep serta berkirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi, untuk mendapatkan keadilan.

HotNews:  Serda Sutomo Babinsa 0827/01 Silaturahmi Dengan Perangkat Desa Pamolokan

Sementara Titik Suryati, Kepala BKPSDM Sumenep belum bisa memberikan tanggapan persoalan ini. Berkali-kali ditelpon melalui ponsel pribadinya tetap bungkam. Begitu juga konfirmasi via SMS seperti sengaja diabaikan.

(pol/mex/fer)