Korban CPNS K2 Minta Bupati Sumenep Tak Cuci tangan

Terbit: 10 Maret 2018 | 16:07 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Carut marut pengangkatan PNS hasil tes CPNS K2 (kategori dua) tahun 2013 masih terus bergulir bak bola liar yang sulit dikendalikan.

Pasalnya, Luki Nurhidayat yang sudah nota bene dinyatakan lulus tes CPNS dan telah mengantongi ceklist tanda terima berkas, hingga sampai detik ini belum mendapatkan kepastian dari pihak Pemkab Sumenep,terutama dari Kepala BKPSDM. Luki Nurhidayat lulus tes CPNS bersama ratusan peserta lainnya dan hasilnya sudah dipublikasikan melalui situs resmi Menpan.

Sementara Luki Nurhidayat,saat diwawancarai MaduraExpose.com ini kembali mengaku telah didholimi oleh pihak BKD/BKPP (sekarang BKPSDM) Sumenep.

“Untuk itu, kami mendesak Bupati Sumenep untuk mengambil sikap tegas dan mengevaluasi bawahannya yang diduga tidak beres dalam menuntaskan kisruh pengangkatan PNS hasil tes CPNS 2013, yang telah mengorbankan hak orang lain” ungkap Luki Nurhidayat.

Luki mengancam, jika Bupati Sumenep tidak bersikap adil dalam menyelesaikan adanya dugaan permainan hasil tes CPNS ini, dirinya akan menempuh upaya lain demi memperjuangkan kebenaran.

“Kalau Pak Bupati tidak mau membela rakyatnya yang didholimi, saya akan laporkan persoalan ini kepada Presiden Jokowi”‘ imbuhnya menambahkan.

“Saya juga akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi, biar semua tahu bahwa saya sudah didholimi, “pungkasnya.

Untuk diketahui, Luki Nurhidayat dinyatakan lulus tes CPNS melalui panselnas 2013 dan sudah dirilis dalam daftar tenaga honorer Kategori II yang dinyatakan lulus seleksi CPNS tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Sumenep dan sudah diumumkan melalui situs resmi http://cpns.menpan.go.id
Nomor urut 82 atas nama Luki nurhidayat.

Hingga berita ini diunggah belum ada konfirmasi apapun dari pihak Bupati Sumenep. Luki bersama sejumlah simpatisan, berencana melakukan aksi ke Kantor Bupati Sumenep serta berkirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi, untuk mendapatkan keadilan.

Sementara Titik Suryati, Kepala BKPSDM Sumenep belum bisa memberikan tanggapan persoalan ini. Berkali-kali ditelpon melalui ponsel pribadinya tetap bungkam. Begitu juga konfirmasi via SMS seperti sengaja diabaikan.

(pol/mex/fer)

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *