Kontroversi Afi Hingga Dugaan Plagiat Pringadi Abdi Surya

0
807
Afi Nihaya Faradisa/istimewa.

MADURAEXPOSE.COM–Publik linimassa sedang heboh oleh hadirnya sosok Afi Nihaya Faradisa. Setelah menggebrak netizen dengan tulisan berjudul ‘Warisan’ dan ‘Agama Kasih’, Afi menjadi terkenal.

Setiap status yang diunggah selalu mendapat ribuan ‘like’ dan komentar baik pro maupun kontra. Perempuan yang bernama asli Asa Firda Inayah ini laris diundang ke beberapa perguruan tinggi, acara televisi dan istana negara.

Siapa nyana, dua tulisan yang terkenal karena viral itu ternyata hasil plagiat. Wartawan media Islam yang berusaha menghubungi beberapa guru Afi sesaat setelah dugaan plagiat ditulis netizen bernama Pringadi Abdi Surya.

Sejak awal, salah satu guru Afi yang menolak ditulis namanya ini sudah meragukan bahwa Warisan dan Agama Kasih adalah tulisan asli dari anak didiknya.

“Afi cukup akrab dengan saya. Dia biasa curhat dari kelas X. Yang saya tahu dari dulu kebiasaan dia nulis status berhubungan dengan persoalan pribadi, baik dirinya, temannya, gurunya atau keluarganya,” ungkap bu guru yang mengajar Sosiologi ini.

Perkembangan Afi yang tiba-tiba menulis soal politik membuat para guru khususnya yang dekat dengan Afi terkejut. Dari gaya bahasa tulisan yang viral, ibu guru ini juga merasa Afi tidak seperti anak didik yang pernah dikenalnya.

Ada dugaan bahwa Afi sedang dimanfaatkan oleh rezim sekarang ini. Terlihat sekali dari yang awalnya kemampuan menulis Afi bisa dibilang biasa, tiba-tiba saja terdongkrak sedemikian rupa. Ada hal yang tidak wajar di sana. Dari Afi yang semula tulisannya seputar diri, teman, dan sekolah tiba-tiba peduli dengan isu kebangsaan.

“Saat muncul tulisan Afi yang viral, saya pikir kemampuan menulisnya mengalami peningkatan. Tapi isinya kok seperti itu?” sesal ibu guru yang sangat peduli dengan perkembangan anak didiknya ini. Bagaimana tidak menyesal, tulisan Afi yang viral mengundang pro dan kontra. Pro bagi mereka yang beraliran sipilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme) dan kontra bagi mereka yang memahami akidah Islam dengan baik.

Pengakuan ini diperkuat oleh guru bahasa Indonesia Afi yang mengatakan bahwa kemampuan bahasa Indonesia Afi biasa saja, tidak ada yang istimewa. Di tingkat SMA saja, kemampuan siswi Banyuwangi ini tidak terlihat menonjol. Jauh lebih tidak mungkin lagi pembelaan Afi dan para fans yang mengatakan bahwa tulisan tersebut adalah miliknya sejak tahun 2012. Itu artinya Afi sudah bisa menulis tema ‘berat’ sejak kelas 6 SD?

“Anaknya pandai bersilat lidah, jadi kita harus benar-benar jeli untuk melihat kebenaran dari diri Afi. Banyak hal yang orang tidak tahu dari diri anak ini,” ungkap sang ibu guru. (rf/voi/net)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM