Kontes Bonsai Nasional di Sumenep,Bupati Fauzi: Momentum Mengembalilkan Kejayaan Casuarina equisetifolia

0
262

Sumenep (Maduraexpose.com)–Momentum Hari Jadi Sumenep ke 752 benar-benar dijadikan momuntum kejayaan perekonomian masyarakat di sektor ekonomi bisnis ditingkat nasional. Salah satunya dengan digelarnya Pameran dan Kontes bonsai Nasional yang dipusatkan di area Bandara Udara Trunojoyo Sumenep.

Ratusan pebonsai dari berbagai kelas dari seluruh pelosok negeri inipun berdatangan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib bonsai tanah air yang saat ini terus berkembang pesat. Bahkan beberapa peserta dari Bali mengaku tak peduli dengan suasana pandemi yang merontokkan perekonomian perekonomian masyarakat luas. Dengan memontem hari jadi Sumenep ke 752 yang menghadirkan pameran dan kontes bonsai nasional ini, mereka berharap agar perekonomian kembali bangkit dan terus bertunas dalam setiap ranting kehidupan.

Namun dibalik itu semua,ternyata diam-diam, dihati sanubari Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH, muncul niat tulus untuk mengembalikan kejayaan para pebonsai asal Sumenep yang sudah sejak puluhan tahun silam berkecimpung di dunia bonsai, baik ditingkat nasional maupun internasional. Salah satunya bonsai Cemara Udang.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH saat meninjau langsung Pameran dan Kontes Bonsai Nasional di Bandara Trunojoyo Sumenep

Cemara udang (Casuarina equisetifolia) merupakan tumbuhan yang memiliki daun khas dengan ujung lancip seperti jarum dan memiliki batang besar serta keras penuh estetika yang tinggi.

“Jujur kami punya perhatian khusus agar potensi bonsai kita terus dilestarikan, semua jenis bonsai seperti santigi, ficus dan lainnya. Namun yang tak kalah pentingnya untuk tetap kita lestarikan adala bonsai Cemara Udang yang merupakan potensi lokal yang kita punya. Pobon cemara udang ini sudah go international loh,” demikian Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH merespon gairah pebonsai di lokasi Pameran dan Kontes Bonsai Nasional di Sumenep, Jawa Timur.

Sekilas cemara udang tidak berbeda dengan yang lainnya. Namun sejumlah tokoh di Sumenep menyebut ada semacam simpul-simpul daun yang jika dipotong dan diamati akan mirip kepala seekor udang. Karena bentuknya itulah disebut dengan istilah cemara udang.

HotNews:  Media Center Raudlatul Iman Lakukan Rapat Konsolidasi

Konon pada awalnya, Cemara udang hanya tumbuh di Pantai Lombang dan pantai-pantai di perairan Tiongkok. Namun belakagan menyebar kesejumlah daerah, karea banyak dimanfaatkan sebagai bahan bonsai yang dikirim ke berbagai negara bahkan ke luar negeri.

Bahkan sebuah sumber informasi menyebutkan ada sejarah berbau legenda yang menceritakan tentang pohon cemara udang di perairan Sumenep, tepatnya di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang. Kisah ini dikaitkan dengan ekspedisi besar kekaisaran negeri Tiongkok dalam mengarungi perairan nusantara pada abad ke-15 yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho. [Ferry Arbania]