Petugas TNI dari Kodim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kini melakukan pendampingan kepada petugas PLN menagih tunggakan pembayaran rekening listrik di wilayah itu, akibat banyak pelanggan yang menunggak dan tidak membayar tagihan tepat waktu.

“Pendampingan ini kami lakukan, atas permintaan pihak PLN, dengan tujuan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan,” kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi di Pamekasan, Sabtu.

Pendampingan oleh aparat TNI ini dilakukan di semua kecamatan yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di Kabupaten Pamekasan.

Petugas PLN meminta bantuan petugas, karena jumlah tunggakan tagihan rekening listrik di Pamekasan tergolong tinggi.

Selain itu, sebagian masyarakat masih ada yang belum kooperatif, sehingga apabila petugas mengambil kebijakan, seperti mencabut sambungan aliran listrik, mereka justru melakukan perlawanan. Kasus ini pernah terjadi di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur Pamekasan pada September 2015.

Saat itu, tutur Dandim, petugas PLN melakukan penagihan tunggakan pembayaran rekening listrik kepada sejumlah pelanggan yang ada di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur.

Karena pelanggan tidak mau membayar, petugas hendak mencabut sambungan listrik pada KWH meter yang terpasang di rumah pelanggan. “Tapi justru petugas PLN yang diserbu massa,” katanya, menuturkan.

Beruntung, sambung Dandim, saat itu aparat desa setempat bergerak cepat, menghubungi petugas keamanan dari mapolsek dan Posramil Kadur, sehingga bentrok massa bisa dicegah.

Berdasarkan data yang dirilis PLN Area Pamekasan yang membawahi empat kabupaten di Pulau Madura itu, jumlah tunggakan pelanggan listrik di empat kabupaten itu mencapai Rp17,7 miliar. Angka ini meningkat dibanding awal tahun 2015 yang hanya Rp14 miliar.

Dari jumlah itu, tunggakan untuk pelanggan PLN di Kabupaten Pamekasan sebesar Rp1,7 miliar. Salah satu desa yang terdata pelanggannya banyak menunggak ialah di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

“Makanya, kemarin Babinsa Posramil Kadur mendampingi petugas PLN melakukan penagihan di sana. Demikian juga dengan koramil-koramil lainnya yang ada tunggakan pembayaran rekening listriknya,” tutur Dandim.

Di desa ini terdata sebanyak 72 orang pelanggan menunggak membayar tagihan rekening listrik, dan setelah dilakukan penagihan oleh petugas bersama aparat TNI, sebanyak 38 orang pelanggan membayar saat itu juga.

“Sisanya akan membayar kemudian, karena mereka berdalih tidak punya uang. Tapi kami sarankan agar sebaiknya dicicil, jika mereka memang belum punya uang dan cara itu disetujui oleh petugas,” kata Babinsa yang melakukan pendampingan pada petugas PLN, Serda Moljai.

Menurut petugas lapangan PLN Rayon Pamekasan Sudarisman, yang menjadi kendala sebagian pelanggan PLN di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur itu membayar tepat waktu, karena selama ini mereka terbiasa membayar setiap empat bulan sekali.

“Dulu kemungkinan ada yang menalangi, tapi sekarang sudah tidak ada. Tapi dalam kegiatan penagihan yang kami lakukan bersama Babinsa itu telah kami sampaikan, bahwa tidak ada sistem pembayaran empat bulan sekali. Pembayaran tagihan rekening listrik, sebulan sekali,” katanya.
(ful/okz)