Ratusan Keluarga Besar TNI (KBT) wilayah Kodim 0827/Sumenep diantaranya Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) dan Putra Putri TNI/Polri Kabupaten Sumenep.

PPM mengikuti pembinaan untuk menjalin silaturahmi antara Anggota TNI  kususnya Kodim 0827/Sumenep dengan Kader Anggota FKPPI dan  PPM guna meningkatkan Soliditas Organisasi. Serta mendukung. Tugas poko TNI – AD, yang di  laksanakan di Aula Makodim 0827/Sumenep, Jln. Kesatrian No. 1 Kelurahan Pajagan, Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Budi Santosa.S,Sos melalui Kasdim 0827 Mayor Arm Budi Susilo Wibowo mengatakan, pelaksanaan kegiatan rutin pembinaan dan pertemuan kader keluarga besar FKPPI se Kabupaten Sumenep ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Anggota TNI khususnya dengan Kader Anggota FKPPI yang di Wilayah Sumenep. “Dengan silaturahmi, komunikasi dapat terjalin dengan baik,” katanya.

“Kami kumpulkan ratusan FKPPI dan Putra Putri TNI/Polri Sumenep untuk mengingatkan kembali penghianatan G30S/PKI. Dengan maksud untuk meluruskan fakta yang sebenarnya,” terang Kasdim 0827/Sumenep.‎

Sebab,  ada upaya dari oknum-oknum tertentu yang berniat membelokan sejarah dari sebenarnya. Saat peristiwa G30S/PKI para generasi muda tersebut belum lahir, atau ada yang masih kecil, “Sehingga tidak tahu secara jelas sejarah pengkhiatan G30S/PKI dan sangat mudah dipengaruhi tentang cerita yang dibelokkan,” paparnya.

Kasdim, juga meminta generasi muda tanggap dan mempunyai mental baja terhadap tantangan yang akan dihadapi di masa depan dan pentingnya generasi muda memahami perjalanan sejarah per‎juangan bangsa.

“‎Untuk itu, kita harus sejak dini membekali diri kita dengan sejumlah pengetahuan, utamanya soal solidaritas, serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Ini penting, karena untuk menjaga kesatuan bangsa,” ungkapnya‎

Ia berharap, dengan kegiatan pertemuan ini nantinya ratusan FKPPI dan Putra Putri TNI/Polri Sumenep mengerti cerita sejarah G30S/PKI yang betul. Bahkan, Kodim setiap saat selalu siap memberi pencerahan dan memompa mental pada generasi bangsa dalam membela negara.

Para generasi penerus tersebut tampak serius mengikuti penjelasan sejarah dan Bahaya laten Komunis serta ancaman Proxy war (Perang yang terjadi ketika lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti)  dan materi yang disampaikan oleh Perwira Seksi IntelijenKodim 0827/ Sumenep Kapten CBA. M. Yuli Irawan,  ini. Kegiatan itu diadakan Kodim Sumenep bertujuan agar generasi muda bisa mengetahui sejarah yang sebenarnya terkait pemberontakan PKI dan ancaman terjadinya perang dengan metode ” Proxy War”.

Proxy War perang yang tidak melalui kekuatan militer, akan tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara baik melalui Politik, Ekonomi, Sosbud termasuk hukum, maka melalui pembinaan ini diharapkan generasi muda kita memahami dan mengerti perlunya kebersamaan atau menjalin silaturahmi antara TNI, Aparat Pemerintahan, komponen masyarakat dan atau keluarga besar TNI guna keutuhan NKRI.

Yuli Irawan menjelaskan, proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal, dalam proxy war, tidak bisa terlihat siapa lawan dan siapa kawan. “Dilakukan non state actor, tetapi dikendalikan pasti oleh sebuah negara,” imbuhnya.

Indikasi proxy war di Indonesia, antara lain adalah gerakan separatis dan gerakan radikal kanan/kiri, demonstrasi massa anarkis, sistem regulasi dan perdagangan yang merugikan, peredaran narkoba, pemberitaan media yang provokatif, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok, serta penyebaran pornografi, seks bebas, dan gerakan LGBT.‎

Menurut Pasiintel ada banyak negara yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia melalui proxy war. Hal tersebut terjadi karena kesuburan tanah Indonesia, posisi geografis yang sangat strategis,serta memiliki kekayan alam hayati dan non hayati yang luar biasa.

“Kita harus bijak dan bersatu karena ancaman kedepan semakin kompleks dan nyata. Kita perlu antisipasi sejak dini,”

sebelum menutup ceramahnya Pasiintel Kodim 0827/Sumenep mengajak para peserta baik dari PPM, FKPP untuk siap menghadapi Indonesia Emas tahun 2045. Persiapan yang dilakukan, diantaranya melalui kebersamaan, militansi, memiliki kemauan keras, dan sering berkomunikasi. [Pur/fer]