KMS Kecam Ex Preman Berkumis Disperta Sumenep

0
1515

MADURA EXPOSE–Ucapan Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto usai di demo

rayon PMII Unija beberapa hari lalu rupanya berbuntut panjang.

Pasalnya, sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) senior di Kota tujuan wisata itu mengaku

tersinggung dengan ucapan Bambang Heriyanto yang diduga sengaja mengeluarkan ucapan yang konotasinya seakan-

akan meremehkan sekaligus melecehkan para kader mereka yang melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Disperta,

Jalan Manikam, Bangselok, Kecamatan Kota.

“Kami menyesalkan ucapan Pak Bambang Heriyanto dengan menyebut dirinya mantan preman disaat mahasiswa PMII

menjalankan aksi damai. Justru perkataan semacam itu memberi kesan dia (Kadisperta) mirip preman beneran,” ujar Ahmad

Zainullah, Ketua Kaukus Mahasiswa Sumekar kepada MaduraExpose.com, Kamis 29 September 2016.

Secara pribadi maupun organisasi, aktivis yang lebih karib disapa Zaen itu mengaku sangat menyayangkan ucapan

Kadisperta Sumenep.

“Sangat disayangkan sekelas Kepala Dinas tidak mampu menjaga lisannya dari ucapan yang bisa melukai perasaan orang

lain, apalagi para mahasiswa yang menyuarakan kepentinga umat,” tadasnya menmabhkan.

Zaen meminta Bambang untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada PMII Sumenep karena dinilai telah meremehkan

sejumlah aktivis.

“Sebagai orang yang beradat ketimuran, Kadisperta harus minta maaaf kepada para aktivis tersebut dan menjelaskan

secara terbuka, apa maksud mengeluarkan sindiran dengan menyebut dirinya mantan preman.

Sementara Bambang Heriyanto, Kepala Dinas Pertanian, ketika dikonfirmasi sebelumnya, terkaiy apa maksud dirinya

mengatakan preman didepan mahasiswa dan wartawan, pria berkumis itu beralibi sebagai bentuk keberanian dalam

mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai kepala dinas.

“Artinya Bos (preman itu,Red) pemimpin yang berani bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawabnya, begitu

bos,” kata Bambang Heriyanto, Kepala Dinas Pertanian Sumenep melalui pesan singkat yang diterima Madura Expose.

HotNews:  Aktivis Myanmar: Kami Menentang Dan Mengutuk Indonesia Atas Rencana Mengirimkan Utusan Ke Burma

[Ais/Fer]