MADURAEXPOSE.COM–Keberangkatan kapal KM Sabuk Nusantara 27 dari pelabuhan tanjung perak Surabaya, dengan tujuan Pelabuhan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai protes ratusan penumpang.

Pasalnya, kapal penumpang yang sejatinya loding di pelabuhan Masalambu, melanjutnya trayeknya ke pulau Masalima.

Padahal dalam jadwal, KM Sabuk Nusantara 27 hanya loding hingga pelabuhan Masalembu, dan kembali melanjutkan pelayarannya ke pelabuhan Kalianget.

Namun karena alasan penumpang ke pulau Masalima banyak, yakni sekitar 30 orang, maka KM Sabuk Nusantara 27, memaksa loding ke pulau tersebut, dan akan melanjutkan pelayarannya ke pelabuhan Kalianget dari pelabuhan Masalima.

Akibatnya, ratusan penumpang yang sudah menunggu di pelabuhan Masalembu harus menelan pil pait, lantaran tidak terangkut ke pelabuhan Kalianget.

“Mestinya ada sosialisasi terlebih dahulu, jika kapal akan loding ke Karamain, dan berangkat ke pelabuhan Kalianget dari sana. Sehingga penumpang di sini tidak kecewa,” kata Hasan Basri, salah seorang relawan SCW asal pulau Masalembu.

Menurutnya, kesalahan teknis pelayaran tersebut diduga disebabkan pemegang otoritas pelayaran, yakni PT Pelni yang tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada sahbandar.

Sehingga pihak sahbandar tidak sempat melakukan sosialisasi kepada penumpang, jika KM Sabuk Nusantara 27 akan loding ke pulau Karamian, dan berangkat pulau tersebut menuju pelabuhan Kalianget.

“Kalau ada kordinasi sebelumnya, saya kira sahbandar akan melakukan sosialisasi, dan tidak akan ada penumpang yang kecewa. Terus kalau seperti ini gimana, ratusan penumpang yang terlanjur bersiap berlayar ke Kalianget, harus balik ke rumahnya. Jelas ini pelanggaran berat,” sesalnya.

Bahkan saat pihaknya melakukan korfirmasi ke sahbandar terkait lodingnya KM Sabuk Nusantara 27 ke karamian, sahbandar mengakui jika hari ini memang tidak ada trayek ke sana.

Namun, karena alasan penumpang dari karamaina jumlahnya cukup banyak, yakni mencapai 30 orang, maka kapal dipaksa loding ke pulau tersebut.

“Dia (sahbandar red) bilang ke saya, untuk hari mimang tidak ada trayek kapal ke kramian dari PT pelni , tapi karena penumpang ke karamian berjumlah 30 orang, maka kapal dipaksa loding ke sana. Yang saya herankan, kok bisa 30 penumpang ke Karamaian bisa lolos di surabaya, kalau memang tidak ada trayek ke sana,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap kedepan, tidak ada lagi kebijakan dari PT Pelni maupun sahbandar, yang merugikan penumpang.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Sehingga, penumpang yang biasa naik dari pelabuhan Masalembu, tidak perlu kecewa, karena kapal kembali berlayar dari pelabuhan tersebut. (Basri/diens)