MIRIS: Ratusan siswa diliburkan agar nonton konser Inbox SCTV di GOR A.Yani, Sumenep,Madura/Istimewa.

MADURAEXPOSE.COM–Salah satu Fungsionaris Kaukus Labang Mesem (KLM), Imam Arifin, meminta pihak eksekutif yang terlibat agar transparan terkait sumber keuangan yang digunakan dalam acara inbox SCTV pada tanggal 12 Nopember 2016 lalu.

“Itu penting karena tema yang diusung berhubungan dengan program Disbudparpora Sumenep. Sedangkan Dinas terkait sama sekali tidak dilibatkan. Kami melihat acara itu terkesan serampangan dan dadakan. Sangat aneh kalau tiba-tiba uangnya dari Bank BPRS Bhakti Sumekar,” terang Imam Arifin kepada MaduraExpose.com, Minggu 26 Nopember 2016.

Mantan aktivis PMII ini menilai, pagelaran inbox SCTV di Sumenep itu sarat dengan kejanggalan, mulai dari keluarnya surat edaran (SE) yang meliburkan ratusan siswa untuk nonton bareng acara musik, hingga tema acara yang tidak nyambung dengan sejumlah instansi terkait yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Saya baca dimedia ini, ketua pelaksana lokal pada acara konser INBOX itu justru Kepala Dinas Kominfo, Yayak Nurwahyudi. Sedangkan Kadis Budparpora saudara Sufianto malah tidak dilibatkan. Siapapun akan curiga acara ini pasti memiliki maksud tertentu. Terutama sumber dananya itu perlu kita audit bersama,” tandasnya.

Sementara Yayak Nurwahyudi, Kepala Dinas Kominfo Sumenep berkali-kali dikonfirmasi, tetap memilih bungkam. Imam berencana akan menyeret persoalan ini ke pihak Legislatif dan Yudikatif.

“Biar semuanya jelas dan tidak ada lagi program yang merusak citra pendidikan di Sumenep. Nanti kita lakukan audiensi dengan Bupati dan DPRD Sumenep,” pungkasnya. [Ferry Arbania]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM