Ilustrasi raskin

MADURAEXPOSE.COM–Kisruh pengurangan jatah raskin atau rastra di Kecamatan Pragaan mendapat kecaman keras dari Ketua Gerakan Pemuda Sumekar (GPS) Achmad Zainullah.

mantan aktivis PMII Sumenep ini malah mendesak anggota DPRD, baik di Komisi terkait maupun dari daerah pemilihan (Dapil) agar tidak bungkam dan terkesan cuci tangan atas permasalahan yang menyangkut kepentingan masyarakat kecil.

“Kami berharap anggota di komisi terkait segera turun tangan untuk kepentingan wong cilik. Kalau memang pemotongan raskin itu melanggar, maka tidak boleh dibiarkan. Rakyat miskin harus dibela. Dugaan Pemerataan jatah raskin harus segera dihentikan,” ungkap Achmad Zainullah kepada MaduraExpose.com, Rabu 27 September 2017.

Zain juga mendesak keterlibatan anggota dewan dari Dapil III Sumenep yang seolah-olah enggan melibatkan diri dalam persoalan tersebut. Padahal, sejumlah politisi yang saat ini menikmati kursi empuk di parlemen itu berkat suara dan dukungan konstituen di Kecamatan Pragaan.

“Nah, pada saat ada hak warga miskin yang diduga sengaja dipotong dengan modus pemerataan, maka sangat memalukan jika dewan dari dapil tersebut tidak bersuara membela rakyatnya, ” tandasnya menambahkan.

Untuk diketahui, dapil 3 Sumenep meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Ganding, Guluk-Guluk dan Pragaan.

Sedangkan anggota dewan asal Kecamatan Pragaan antara lain, Abrari Mannan (PKB) , Abrari (PDI Perjuangan), Moh. Salim dan Moh Ramsi dari partai lainnya.

(ahm/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM