
Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika banyak mata masih terpejam dalam mimpi. Namun, di antara embun yang membasahi daun dan kesunyian yang merayap di pagi buta, seorang pria paruh baya telah memulai kisahnya. Saniman, 53 tahun, adalah penentu kebersihan yang setia, melangkah senyap di Jalan Seludang, Sumenep. Di tangannya, sebatang sapu lidi menjadi tongkat sihir yang menyulap jalanan dari kusam menjadi bersih.
Sejak tahun 2009, pekerjaan ini telah menjadi nadi hidupnya, sebuah pengabdian yang tak pernah mengenal lelah. Pagi, siang, atau di bawah tirai gerimis yang menetes, ia tetap berada di jalurnya, membersihkan setiap jengkal jalan dari ujung Seludang hingga perempatan utara Hotel Wijaya I.
“Kalau jalan bersih, orang yang lewat pasti senang. Saya pun ikut senang,” ujarnya lirih, dengan senyum yang tulus saat menyeruput kopi hangatnya. “Kota ini seperti rumah, jadi harus kita rawat.” Kalimat sederhana itu menyimpan filosofi mendalam: bahwa setiap kota adalah rumah bagi setiap warganya, dan merawatnya adalah tanggung jawab bersama.
Enam belas tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) telah membentuknya menjadi saksi bisu Sumenep yang terbangun dari tidurnya. Ia adalah orang pertama yang merasakan deru kendaraan yang perlahan memecah keheningan, mencium aroma tanah basah setelah hujan, dan menyambut sinar mentari yang malu-malu menyentuh aspal. Semua itu adalah bagian dari simfoni pengabdian yang ia mainkan setiap hari.
“Capek pasti ada,” akunya, “terutama kalau musim hujan atau angin kencang, sampahnya banyak sekali. Tapi saya sudah terbiasa. Ini tanggung jawab saya.” Di balik kata-kata itu, terpancar keteguhan hati yang luar biasa, sebuah pengorbanan tanpa pamrih demi keindahan dan kenyamanan orang lain.
Bagi Saniman, menyapu jalan bukan sekadar memungut sampah, melainkan merawat martabat kota. Ia tak hanya membersihkan daun dan plastik, tetapi juga menjaga citra Sumenep di mata setiap orang yang melintas. “Kalau Sumenep terlihat rapi dan bersih, yang bangga bukan cuma saya, tapi kita semua,” pungkasnya, meninggalkan sebuah renungan tentang arti kebanggaan dan pengabdian sejati yang seringkali luput dari pandangan kita. [*/jav/gim/fer]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)


![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)