MADURAEXPOSE.COM–Hari itu , Rabu (8/4/2015, puluhan mahasiswa dari sejumlah organisasi kampus yang ada di Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Sumenep.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Mereka mendesak Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya sebagai Presiden.
Pasalnya, mahasiswa menilai banyak kebijakan yang dikeluarkan Jokowi menyengsarakan rakyat.

Salah satu kebijakannya adalah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Uniknya dalam aksi tersebut, salah seorang peserta demonstrasi memakai kostum pocong.

Ini dilakukan sebagai simbol matinya supremasi hukum pada kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini.

Bahkan, pendemo membakar foto Jokowi dan Jusuf Kalla (JK). Pembakaran ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka.

“Jokowi-JK harus turun dari jabatannya. Karena banyak kebijakan yang kurang berpihak terhadap rakyat kecil dan membuat masyarakat sengsara,” teriak Zainullah, yang juga koordinator aksi.

Menurut Zainullah, pihaknya juga mendesak pada pemerintah supaya menurunkan harga BBM. Kemudian stop impor garam, lalu berdayakan masyarakat petani garam dan tegakkan supremasi hukum.

“Kembalikan UUD 45 sebagai kedaulatan NKRI, segera revisi UU energi atau migas nomor 30 tahun 2007 dan stabilkan perekonomian masyarakat. Saat ini rakyat sangat resah dengan kebijakan yang sama sekali tidak memihak pada masyarakat,” paparnya.

Mahasiswa yang menggelar unjuk rasa kali ini diantaranya meliputi pergerakan Front Mahasiswa Demokrasi (FMD), Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAM’S) dan Gerakan Mahasiswa Sumekar (Germes).

(nag/sin)