MADURA EXPOSE– Jalan menuju wilayah utara Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, seperti Kecamatan Pakong, Kecamatan Waru, Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar, rusak parah.

Kerusakan tidak hanya berbentuk lubang kecil-kecil, tetapi sudah berbentuk kubangan. Jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah setempat. Bahkan kerusakan jalan tersebut, sering menyebabkan kecelakaan bagi pengendara roda dua dan roda empat.

Kondisi tersebut menuai kekecewaan mahasiswa dan warga Kecamatan Waru karena tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Mereka terpaksa memperbaiki jalan sendiri menggunakan semen dicampur pasir.

Mahrus Sholihin, salah satu mahasiswa mengatakan, penambalan jalan menggunakan semen tersebut sebagai bentuk kritik kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang belum memperbaiki jalan yang rusak.

Padahal, sudah banyak kecelakaan yang terjadi di wilayah utara karena kerusakan jalan.

“Katanya Kecamatan Waru akan dijadikan kota kedua di Pamekasan, tapi jalannya saja rusak belum pernah diperbaiki sampai sekarang. Pemerintah hanya janji-janji terus,” ungkap Mahrus Solihin, Sabtu (26/3/2016).

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Al Mardiyah Kecamatan Waru ini menambahkan, untuk menambal jalan, mahasiswa harus patungan untuk membeli semen dan pasir. Patungan uang tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa.

“Kekurangannya kita minta ke masyarakat yang melintas di jalan,” imbuh Mahrus.

Saat meminta bantuan untuk penambalan jalan, tiba-tiba hendak melintas mobil anggota DPR RI, Kholilurrahman yang akan menghadiri pelantikan Ikatan Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) tiga Kecamatan di wilayah utara Pamekasan.

Saat itu pula Kholilurrahman turun dari mobilnya karena dikira ada kegaduhan karena terjadi kemacetan panjang.

“Tadi mobil saya dicegat. Saya kira ada apa ternyata mahasiswa dan masyarakat memperbaiki jalan,” ujar Kholilurrahman.

Mengetahui Kholilurrahman turun dari mobilnya, mahasiswa langsung menghampirinya dan berdialog sebentar mengenai kondisi jalan yang rusak.

“Kami sudah lelah memohon kepada pemerintah setempat agar jalan cepat diperbaiki. Mohon Pak Kholil membantu masyarakat wilayah utara,” pinta salah satu mahasiswa.

Menjawab permintaan tersebut, Kholilurrahman yang juga mantan Bupati Pamekasan mengatakan, seharusnya pemerintah setempat cepat memfasilitasi perbaikian jalan ke pemerintah provinsi sehingga jalan yang rusak lekas diperbaiki.

“Saya sebagai wakil rakyat Madura, akan memberikan dorongan kepada Gubernur Jawa Timur pemerintah setempat cepat melakukan koordinasi dengan pemeirntah Jawa Timur, sehingga jalan yang rusak lekas diperbaiki,” ungkap Kholilurrahman.

Kholil tidak hanya dicegat oleh mahasiswa, tetapi juga diminta untuk membantu memperbaiki jalan dengan cara mengaduk semen dengan pasir. Setelah itu, atas keprihatinannya, mantan Ketua NU Cabang Pamekasan ini, memberikan sumbangan untuk pembelian pasir dan semen kepada mahasiswa. (Konfrontasi)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM