MADURAEXPOSE.COM–Kasus dugaan penyebaran alkitab Di Kabupaten Sumenep mendapat reaksi dari sejumlah tokoh Islam di Jawa Timur.

Salah satu kecaman datang dari Ketua Yayasan Al Furqon Surabaya, saat dimintai konfirmasi Redaksi, terkait adanya dua penginjil yang ketangkap basah hendak menyebar alkitab ke sejumlah sekolah-sekolah dan Hotel.

“Dua penyebar alkitab di Sumenep itu harus diusut tuntas apa motifnya. Kalau disebarkan ke pengikutnya sendiri tak ada masalah. Ini masalahnya ibarat hendak mengajarkan agama kepada orang yang sudah beragama”, ujar Muh. Hasan, Ketua Yayasan Al Furqon Surabaya,
Kepada Redaksi MaduraExpose.com, Senin 22 Mei 2017.

Pria yang juga merangkap sebagai Advokat ini mengingatkan semua pihak agar menjaga NKRI, salah satunya dengan saling menghormati antar pemeluk agama yang Berbeda.

Pihaknya juga mengingatkan penyebar alkitab di Sumenep tentang Peraturan Menteri Agama tahun 1971.

“Dalam peraturan menteri itu dilarang menyebarkan agama kepada yg sudah beragama.Polisi harus mengusut tuntas agar tidak meresahkan warga Sumenep”, tandasnya.

Dua penginjil yang sempat diitrogasi oleh Kordinator Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) wilayah Madura.

Pakar Journalist ini juga menantang dua penginjil yang tertangkap basah hendak menyebarkan kitab mereka itu ke umat Islam Di Sumenep untuk debat terbuka.

“Saya tantang dua penginjil yang telah bikin resah umat Islam di Sumenep itu untuk debat terbuka soal alkitab yang mereka sebarkan. Kalau saya kalah, saya siap masuk kristen, tapi sebaliknya kalau mereka kalah harus beriman”, pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kamis jam 23.00 saya selaku Kordinator Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) wilayah Madura memergoki dua orang pria yang hendak menemui Kepala Sekolah SMA Negeri Sumenep guna membagi -bagikan Alkitab.

“Saya menerima informasi bahwa siang tadi (kemarin, Red) telah ada pembagian Injil ke beberapa hotel di Sumenep. Bahkan ada salah satu pengelola hotel yg meminta pendapat kami apakah Injil tersebut akan diterima atau tidak”, ujar Ustadz dokter Luthfi kepada MaduraExpose.com, Sabtu, 20 Mei 2017.

HotNews:  Saatnya Membangun Desa Lalangon Bersama Millennial Ria Permata Putri

Alumni gerakan 212 ini mengaku terkejut, Karena ternyata pembagian Injil itu juga akan dilanjutkan ke Sekolah sekolah di Sumenep.

“Ba’da shalat shubuh saya chek keberadaan penginjil tersebut di salah satu hotel di Sumenep dan ternyata benar adanya,” imbuhnya.

Dokter Luthfi berkisah, saat itu pihaknya memutuskan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut gerakan para penginjil itu dengan cara mengikuti mereka.

“Ternyata tujuan pertama mereka pagi itu sekira jam 08.30 adalah Yayasan Katholik Sang Timur. Saya pantau terus karena kalau tujuan mereka hanya ke Sang Timur maka itu lumrah”, timpalnya melanjutkan.

“Selang 45 menit, ternyata rombongan yang kemudian saya ketahui berasal dari Gideon internasional tesebut menuju ke SMAN 1 Sumenep. Mereka minta izin bertemu kepsek untuk membagikan secara gratis alkitab”,tutur Ustadz dokter Luthfi.

Beruntung saat itu ,lanjut Lutjfi, para penginjil
tidak sampai berkesempatan Alhamdulillah, kepsek masih menerima tamu dinas sehingga belum bisa ditemui.

“maka terjadilah diskusi singkat saya dg mereka antara lain bapak Yohanes dan bapak Andreas. [Ferry/Tim]